Nelson Mandela: Bahwa Tidak Ada Perjuangan yang Sia-sia

- Editor

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelson Mandela (Foto: Ist)

Nelson Mandela (Foto: Ist)

Oleh: Adi Suparto

Lahir 18 Juli 1918 – 18 Juli 2026: 108 Tahun Jejak Perjuangan yang Tak Pernah Mati

Pada hari ini, 108 tahun silam, lahirlah seorang anak bernama Rolihlahla Mandela yang kelak dunia kenal sebagai Nelson Mandela. Ia bukan lahir membawa kemenangan di tangannya, bukan pula lahir dalam kemewahan atau kekuasaan yang siap sedia. Kemenangan yang ia raih kelak, ia bayar dengan harga yang tak terbayangkan bagi kebanyakan orang: kebebasan yang dirampas selama 27 tahun di penjara, usia yang terbuang di balik jeruji, kehilangan momen bersama keluarga, serta rasa sakit yang tak terhitung jumlahnya karena perlakuan yang tidak adil.

Ia pernah berjalan di jalan yang berdarah-darah: berjuang melawan sistem apartheid yang membelah manusia hanya berdasarkan warna kulit, dipenjara di pulau terpencil, diasingkan dari kehidupan publik, bahkan dihukum mati dalam pengadilan namun tak pernah runtuh oleh ketakutan. Banyak kali jalannya terasa buntu, banyak kali harapan seakan padam, banyak kali orang meragukan apakah perjuangannya akan pernah berbuah hasil. Namun ia tahu satu hal: tidak ada kesuksesan yang lahir begitu saja, tanpa keringat, tanpa air mata, tanpa pengorbanan.

Baca Juga:  Aroma Impeachment Mulai Berhembus

Orang melihatnya sebagai presiden yang mendamaikan bangsa, sebagai simbol perdamaian dunia, sebagai pemenang yang dihormati seantero jagat. Namun sedikit yang benar-benar melihat betapa beratnya setiap langkah yang ia ambil sebelum sampai di titik itu. Ia mengajarkan kita satu kebenaran yang abadi: tidak ada perjuangan yang sia-sia.

Setiap malam yang panjang di penjara, setiap pidato yang terancam larangan, setiap langkah yang terhalang kekuasaan yang sewenang-wenang – semuanya bukan sia-sia. Semuanya adalah batu bata yang menyusun jalan menuju kemerdekaan, menuju kesetaraan, menuju dunia yang lebih adil.

Kesuksesan bukanlah anugerah yang jatuh dari langit. Kesuksesan adalah buah dari berjuang meski lelah, bertahan meski sendirian, dan percaya meski tak terlihat hasilnya. Seperti Nelson Mandela: apa yang ia tanam dengan keringat dan air mata, akhirnya dipanen oleh generasi yang tak pernah ia temui. Dan ia membuktikan: setiap tetes keringat perjuangan pasti akan berbuah, dan tidak ada pengorbanan yang sia-sia.

Penulis: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anatomi Pembangunan Jakarta, Menyoroti Kesenjangan Kebijakan Makro dan Isu Perlindungan Struktural Warga.
Bendera Bulan Bintang di Aceh: 21 Tahun Damai, Legalitas Masih Menjadi Tanda Tanya
Rontoknya Kewibawaan Hukum: KPK dan Panggilan yang Diabaikan
MBG, KDKMP dan Kedaulatan Ekonomi: Bukan Sekadar Soal Piring Makan
Dosa Besar Rezim Penguasa dalam Tata Kelola Sumber Daya Alam Indonesia
Membangkitkan Fondasi Perekonomian: Dari KDKMP, UMKM, dan MBG Menuju Ekonomi Berkeadilan
Kota Bekasi Bukan Sekadar Penyangga: Saatnya Menjadi Mitra Setara Jakarta dengan Kekuatan Ekonomi Rp279 Triliun
Bubarkan SPPG, Bentuk SPPGM – Kunci Satu Atap KDMP dan MBG

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Anatomi Pembangunan Jakarta, Menyoroti Kesenjangan Kebijakan Makro dan Isu Perlindungan Struktural Warga.

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Bendera Bulan Bintang di Aceh: 21 Tahun Damai, Legalitas Masih Menjadi Tanda Tanya

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Rontoknya Kewibawaan Hukum: KPK dan Panggilan yang Diabaikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:51 WIB

MBG, KDKMP dan Kedaulatan Ekonomi: Bukan Sekadar Soal Piring Makan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dosa Besar Rezim Penguasa dalam Tata Kelola Sumber Daya Alam Indonesia

Berita Terbaru