Pengamat: Wacana Penundaan Pemilu untuk Alihkan Isu Politik

- Editor

Minggu, 13 Maret 2022 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pemilu

Ilustrasi Pemilu

PADANG, Mediakarya – Pengamat politik dari Universitas Andalas, Najmuddin Rasul, mengatakan wacana tiga periode Presiden Joko Widodo dan penundaan Pemillu 2024 oleh sejumlah ketua umum partai politik bertujuan menutupi sejumlah isu politik yang membuat pemerintah terdesak. Menurut Najmuddin, kini sedang banyak jadi sorotan tentang Ibu Kota Negara (IKN) baru, utang Indonesia kian menumpuk dan penanganan covid.

“Isu tiga periode Jokowi dan penundaan Pemilu ini sengaja untuk menutupi isu yang lain yang sebenarnya jauh lebih penting saat ini. Harusnya para pejabat kita fokus menyelesaikan persoalan bangsa selama masih menjabat,” kata Najmuddin, kepada Republika, Ahad (13/3).

Selain itu lanjut Najmuddin, isu penundaan Pemilu dan jabatan tiga periode Jokowi juga sebagai bentuk nafsu kekuasaan para elit parpol yang ada di belakang pemerintahan Jokowi.

Baca Juga:  Kenapa Anies Tak Bersedia Maju di Jawa Barat?

Najmuddin melihat ada segelintir pihak yang meraup banyak keuntungan pribadi selama Jokowi menjadi presiden. Sehingga menginginkan Indonesia tetap dipimpin Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali kota Solo itu.

Najmuddin menyarankan para elit Parpol supaya merawat demokrasi sesuai yang diamanatkan oleh konstitusi.

“Partai harusnya menjadi ujung tombak merawat demokrasi. Sekarang malah melawan hal yang telah diatur oleh konstitusi,” ujar Najmuddin, dikutip dari republika.

Tiga ketum parpol yang mewacanakan penundaan Pemilu adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Selain itu, wacana ini juga sempat dibeberkan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. (qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Berita Terbaru