Tanggul Setinggi Hampir 2 Meter Di GGC, Akhirnya Dibongkar Paksa Pemkot Bekasi

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggul setinggi hampir 2 meter di Galaxy , Bekasi Selatan dibongkar paksa

Tanggul setinggi hampir 2 meter di Galaxy , Bekasi Selatan dibongkar paksa

KOTA BEKASI, Mediakarya – Tanggung Grand Galaxy City (GGC) yang dibangun tanpa izin dan kerap timbulkan kecelakaan, akhirnya di bongkar secara paksa oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, pada Kamis 9 Juli 2026.

Tanggul setinggi hampir 2 meter dibongkar menggunakan Jack Hamer dan alat berat. Proses pembongkaran akan berlangsung selama 5 hari hingga kondisi jalan kembali seperti semua dan dapat dilalui.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto mengatakan, Surat peringatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah dilayangkan agar tanggul dibongkar secara mandiri, namun pihak GGC tidak merespon hingga surat terakhir pada tanggal 30 Juni 2026.

“Kami sudah melakukan evaluasi mulai dari perizinan hingga teknis konstruksi. Kami juga telah mengirimkan tiga kali surat teguran tertulis. Terakhir, pada 30 Juni, kami meminta mereka melakukan pembongkaran mandiri untuk mengembalikan fungsi jalan sesuai standar,”ujar Idi kepada media.

Idi menambahkan, Inisiatif pembongkaran ini berawal dari temuan kondisi di lapangan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis konstruksi yang dibangun oleh pihak Grand Galaxy City.

Baca Juga:  TNI Bangkitkan Semangat Gotong Royong Warga Perbatasan RI-Malaysia

“Bapak Wali Kota juga menerima banyak aduan dari masyarakat terkait ketidaknyamanan, yang bahkan berdampak pada seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut,” ungkap dia.

Menurutnya, kondisi jalan tersebut memang tidak sesuai dengan standar keselamatan. Hal ini juga terbukti dari seringnya terjadi kecelakaan serta jalan yang berlubang di tanggul itu.

Terkait Pelanggaran Standar Teknis Konstruksi (Elevasi Jalan), Jika dihitung berdasarkan standar geometrik, batas amannya ada di angka 8 persen.

“Namun konstruksi yang dibangun ini, bentang opritannya (tanjakan) sangat pendek dengan ketinggian lebih dari satu meter. Ini membuatnya menjadi satu sisi yang sangat curam dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Selama proses pembongkaran hingga pengerjaan jalan hingga aman dilalui kendaraan, tidak akan ada penutupan jalan di lokasi tersebut, namun hanya ada rekayasa lalulintas.

Masyarakat yang biasa melewati pintu selatan Grand Galaxy atau Jalan Raya Pekayon untuk sementara waktu diminta menggunakan rute alternatif, seperti melewati Jalan Cipendawa, Cikunir, atau akses Jatiasih guna menghindari penumpukan kendaraan di area pengerjaan.(Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh
Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra
Bupati Nias Selatan Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Lewat Program PKG
Analis Hukum Ini Soroti Kasus Dugaan Perundungan Terhadap Masyarakat Adat Pulau Seram
Patriot Merdeka Cup Sajikan Padel Meriahkan HUT RI
Hadiri Pembukaan Patriot Merdeka Cup, Ini Pesan Ketua Kadin Kota Bekasi
Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Polres Nisel Gandeng LSM dan Mahasiswa Hijaukan Jalanan dengan Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Bupati Nias Selatan Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Lewat Program PKG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Analis Hukum Ini Soroti Kasus Dugaan Perundungan Terhadap Masyarakat Adat Pulau Seram

Berita Terbaru