Kadin Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng Skala Besar

- Editor

Kamis, 17 Maret 2022 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Mediakarya – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Adik Dwi Putranto meminta pemerintah untuk menggelar operasi pasar dengan skala lebih besar lagi, agar harga minyak goreng kembali stabil.

“Pemerintah bisa melakukan operasi pasar minyak goreng dengan jumlah yang lebih besar di banyak titik, agar masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau,” ujar Adik ketika dihubungi dari Surabaya, Kamis.

Ia mengakui, saat ini harusnya menjadi momen penting bagi UMKM untuk berlomba menaikkan produksinya karena mendekati puasa dan Hari Raya Idul Fitri, karena sebelumnya dihantam pandemi yang panjang.

Namun karena tingginya harga minyak goreng, sangat berpengaruh pada aktifitas produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) makanan, yang proses produksinya menggunakan minyak goreng, padahal jumlah UMKM makanan cukup besar, mencapai sekitar 50 persen dari total jumlah UMKM di Jatim.

“Memang sangat berpengaruh, karena kenaikan cukup tinggi. Biaya produksi akan semakin besar, apalagi kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada minyak goreng, Bahan Bakar Minyak dan bahan kebutuhan lainnya juga naik. Padahal seluruh UMKM yang berjualan makanan pasti menggunakan minyak goreng,” ujarnya, dilansir dari antara.

Adik mengimbau UMKM untuk berhitung ulang ketika memproduksi, apakah pasar akan bisa menyerap produksinya atau tidak. Karena dengan kenaikan harga minyak goreng dan berbagai kebutuhan lain akan berdampak pada kenaikan harga jual.

Baca Juga:  Kasus Wadas Purworejo Cermin Penguasa Otoriter

“Harapan saya teman-teman UMKM ini bisa berhitung, apakah pasar akan bisa menyerap seluruh produk yang mereka jual, kalau sekitarnya agak berat atau belum yakin bisa terjual, ya harus dikurangi, lihat respon pasar dulu agar tidak semakin rugi,” katanya.

Adik memprediksi harga minyak goreng tidak akan lama berada di level tertinggi, dan akan kembali turun di awal puasa karena penurunan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar global.

Hal ini, kata Adik, mengacu pada data Refinitiv, Kamis (17/3) pukul 08:20 WIB, bahwa harga CPO dibanderol di level MYR 5.978/ton atau anjlok 1,47 persen. Dengan begitu, harga CPO membukukan kenaikan sebanyak 57,36 persen secara tahunan, tapi masih drop 14,12 persen secara mingguan.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 20:17 WIB

Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB