Budaya Melayu Mulai Terkikis, Perjudian di Batam Tanpa Etis

- Penulis

Rabu, 13 April 2022 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arena perjudian  yang berdampingan dengan diskotek di salah satu tempat di Kota Batam.

Arena perjudian yang berdampingan dengan diskotek di salah satu tempat di Kota Batam.

Oleh: Nurseylla Indra

Batam adalah kota yang memiliki daya tarik tersendiri untuk disinggahi masyarakat Indonesia, begitu pula bagi warga negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia, Batam dijadikan tempat destinasi persinggahan yang dianggap nyaman dan penuh wisata.

Kehebatan di kota ini hampir seluruh wilayahnya berhasil merajai aktivitas manusia selama dalam waktu dua puluh empat jam. Wisatanya pun sangat bersahabat dengan hiburan malam.

Bagi mereka yang mencintai dunia hiburan malam, mungkin Batam menjadi kota yang wajib untuk disinggahi. Salah satunya adalah gelanggang permainan atau yang disebut gelper.

Sebenarnya gelper dapat kita temui di mana-mana, bahkan di mall pun masyarakat sudah diperkenalkan dengan mesin-mesin hiburan arena gelper untuk anak-anak hingga para remaja, sistem bermainnya pun beragam, ada dengan cara membeli coin atau kartu yang diisi dengan nominal yang diinginkan, lalu dengan mudah mereka bermain sesuka hati.

Ketika permainan usai biasanya mesin akan mengeluarkan tiket hasil dari permainan tersebut yang dapat di kumpulkan dan diganti dengan jenis barang tertentu.

Tidak jauh berbeda dengan arena gelper di kota Batam, hanya saja untuk menjadi pemenang haruslah mereka yang memiliki bakat dalam bermain dan melewati proses candu untuk mendapatkan kemenangan, karena bagi mereka para pemain pemula di arena gelper ini mungkin sulit untuk di taklukan.

Bagi sebagian orang penikmat hiburan ini sangatlah paham apa itu gelper, namun bagi mereka yang awam tentang gelper dianggap tempat tersebut hanyalah semata-mata hiburan saja, padahal lebih dari itu. Gelanggang permainan yang dimaksud kota persinggahan ini adalah gelanggang permainan yang tak lepas dari arena perjudian.

Bahkan ada beberapa tempat, arena gelper aktif dalam waktu dua puluh empat jam, terbuka untuk umum dan tanpa syarat tertentu untuk memasukinya. Artinya baik orang pribumi maupun non pribumi bisa memasuki arena gelper ini, dan yang lebih mengenaskan lagi tanpa syarat ketentuan batasan umur untuk dapat memasukinya, yang penting memiliki modal untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam arena perjudian ini.

Ironis dan miris melihat keadaan seperti ini di kota yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, padahal sejatinya Batam memiliki kultur melayu yang islami. Namun akibat pemangku kebijakan yang melonggarkan adanya praktik perjudian dan hiburan malam, seolah mengikis tradisi melayu yang religi.

Baca Juga:  Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta

Kini perjudian dan tempat hiburan malam sangat mudah didapati di sudut kota Batam. Tidak hanya moment hari biasa saja, akan tetapi di bulan suci Ramadhan pun aktivitas tersebut berlangsung selama dua puluh empat jam. Luar biasa sekali bukan?

Maraknya arena perjudian gelper di kota Batam mengindikasikan bahwa adanya peningkatan aktivitas masyarakat yang semakin candu untuk menguasai arena permainan judi. Hal itu lantaran tak kenal waktu untuk bisa menikmatinya.

Ditambah lagi adanya keberlangsungan aktivitas diskotek baik di dalam ruangan (indoor) maupun diskotek yang terbuka lebar di luar ruangan (outdoor) Di mana mungkin saja ketika hujan para pengunjung yang hadir yang berisi rata-rata anak remaja ini bisa leluasa datang ke diskotek tersebut dan rela hujani diri dengan air hujan sambil asik bergoyang mendengar musik yang kencang.

Tidak hanya itu, adanya kemudahan untuk bertransaksi narkoba pun nyaris vulgar, bahkan tidak sedikit juga perdagangan manusia ada di dalamnya, bukankan hal ini miris tengah terjadi di bangsa kita sendiri?

Lalu mau dibawa kemana generasi penerus masa depan kita nantinya? Rasa Toleransi umat beragama pun seakan lalai untuk di agungkan pada generasi masa depan bangsa Indonesia.

Kemana para penegak hukum yang notabenenya memberikan keamanan dan kenyamanan untuk masyarakatnya sendiri? Kenapa hal ini seakan tegas terlihat adanya pembiaran aktivitas yang tidak lazim terus berlangsung di kota Batam, terlebih lagi saat bulan suci Ramadhan.

Kemana aturan kapolri dengan Presisinya? Bukankah hal ini harus ditindak tegas jika memang terlihat adanya pembiaran aktivitas ini secara masif dan sudah seharusnya membenahi ketidakadilan perlakuan kepada para pengusaha di kota Batam sebagai amanah yang harus dipertanggung-jawabkan secara berkelanjutan.

Ironis sekali jika membiarkan moralitas anak bangsa terkikis dan menggadaikan nilai anak bangsa demi kepentingan para pengusaha.

Bahkan yang lebih menelisik hati, tidak sedikit warga Batam menjadikan tempat hiburan ini sebagai lahan mencari nafkah. Tidak perduli lagi halal haram, tidak perduli lagi ada nilai “dosa” di mata Tuhan. Ironisnya negeri ini.

 

Penulis: Analis Muda Center for Public Policy Studies (CPPS) Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:43 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:33 WIB

Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB