Ade Yasin Terjaring OTT KPK, Etos Indonesia Minta Pertanggungjawaban Moral Partai Pengusung 

- Editor

Rabu, 27 April 2022 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah mengapresiasi kinerja Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan  adanya kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor Ade Yasin.

Menurut Iskandar, bahwa kasus korupsi di Kabupaten Bogor itu bukan lagi cerita baru. Di mana Bupati sebelumnya yang juga masih famili Ade Yasin, yakni Rahmat Yasin juga mengalami hal yang sama. Kakak berdik itu sepertinya bakal kembali meringkuk di sel tahanan.

“Rahmat Yasin dan Ade Yasin merupakan famili. Oleh karena itu publik tentunya meminta pertanggung 

jawaban moral para pimpinan-pimpinan dari partai pengusung dan pendukung kepala daerah yang saat ini diisi oleh kader parpol,” tegas Iskandar, Rabu (27/4/2022) saat dimintai pendapatnya terkait OTT Bupati Bogor oleh KPK.

Iskandar menilai, saat ini semua kader parpol tengah berlomba-lomba mengumpulkan kekuatan finansial guna menghadapi pemilu 2024. Dan hal itu tidak bisa dipungkiri juga karena biaya politik di negeri ini cukup tinggi. Maka segala upaya dilakukan guna tercapai syahwat politiknya.

Baca Juga:  Budaya Menyimpang Anggota Harus Dibabat

“Bagaimana mereka tidak merampok, wong untuk menjadi kelapa daerah itu juga tak cukup dengan uang recehan. Sementara dukungan masyarakat hanya 2-3%, dan  97% nya transaksional, sudahlah rakyat hari ini sudah sadar itu. Jangan teriak-teriak dipilih rakyat,” tandas Iskandar.

Lebih lanjut, Iskandar mengatakan bahwa OTT KPK yang menyeret kepala daerah yang berasal dari parpol bukan kali ini saja. Pihaknya juga menyayangkan bahwa pelakunya terkadang berpenampilan seperti seorang agamis yang taat.

Oleh karena itu, Etos Indonesia meminta kepada parpol-parpol yang mengusung politisi yang ‘merampok’ uang rakyat segera meminta maaf kepada publik atas kesalahan mengusung /mendukung figur korup tersebut. 

“Hari ini saya katakan rakyat kita tak perlu ‘Malaikat Palsu’. Tapi yang dibutuhkan hari ini bagaimana bangsa Indonesia dipimpin oleh figur yang amanah. Sebab saat ini banyak pemimpin cerdas dan ada juga yang berpenampilan religius, bahkan ada juga pemimpin yang seolah merakyat, namun sayang mereka tidak takut Tuhan,” pungkas Iskandar. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir
Ratusan Miliar Rupiah Berhasil Diamankan, Kader Golkar Ini Ikut Terjaring OTT KPK

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir

Selasa, 15 September 2026 - 22:30 WIB

KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI

Selasa, 15 September 2026 - 19:49 WIB

Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali

Berita Terbaru