Turunnya Tingkat Kepuasan Jokowi Dinilai Cermin Kekecewaan Ibu-Ibu

- Editor

Senin, 16 Mei 2022 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo (Ist)

Presiden Joko Widodo (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo turun menjadi 58,1 persen dalam survei 5-10 Mei 2022 yang merupakan angka kepuasan terendah selama enam tahun terakhir. Turunnya tingkat kepuasan publik ini utamanya dipengaruhi mahalnya harga-harga kebutuhan pokok terutama minyak goreng (migor).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara PKS Kurniasih Mufidayati menegaskan jika harga kebutuhan pokok yang merupakan kebutuhan utama keluarga Indonesia tidak boleh diremehkan. Ia menekankan keluarga menjadi indikator kelompok masyarakat apakah sedang baik-baik saja atau tidak.

“Jika sebuah keluarga mendapatkan tekanan dengan harga-harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak sejak akhir tahun 2021 hingga Idul Fitri dengan salah satu persoalan pokok minyak goreng maka masyarakat juga pasti akan bergejolak,” kata Kurniasih dalam keterangan pers yang diterima Republika, Senin (16/5).

Kurniasih menegaskan agar Pemerintah tak main-main dalam menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Sebab hal itu menjadi fondasi keluarga Indonesia.

“Kami ingatkan jangan pernah bermain-main dan tidak serius yang terkait dengan kebutuhan keluarga apalagi kebutuhan pokok. Mafia minyak goreng yang terang benderang ada amat mungkin bisa terjadi di komoditas pokok lainnya. Korbannya tetap pengguna paling akhir yakni kaum ibu dan keluarga,” ujar Kurniasih.

Baca Juga:  Mobil Pejabat Negara Masuk Apron Bandara, Ulahnya Dikuliuti Netizen

Anggota Komisi IX DPR RI itu menegaskan, keluarga terutama kaum ibu agar tidak dipandang sebelah mata hanya sebagai objek kebijakan yang dianggap tidak berdaya. Kurniasih mengungkapkan, jika kaum ibu bergerak karena mendapatkan tekanan kesulitan yang bertubi-tubi, artinya ada persoalan kebijakan yang tidak baik-baik saja.

“Rendahnya kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo hingga titik paling rendah dalam enam tahun terakhir adalah cerminan ketidakpuasan kaum ibu dan keluarga karena kecewa dengan penanganan melonjaknya harga-harga pokok terutama minyak goreng,” ucap Kurniasih, dikutip dari republika.

Oleh karena itu, Kurniasih berpesan agar persoalan kebutuhan pokok menjadi fokus penanganan dibandingkan hasrat politik tiga periode. Menjadi ironi jika ternyata publik tidak puas atas penanganan melonjaknya harga kebutuhan pokok tapi memaksa mengetengahkan wacana perpanjangan masa jabatan hingga tiga periode.

“Sisa dua tahun masa jabatan digunakan semaksimal mungkin untuk memastikan rakyat tidak kelaparan, tidak bertaruh nyawa saat terpaksa antre minyak goreng. Kebutuhan pokok adalah kebutuhan utama dibanding menggalang kekuatan politik demi klaim perpanjangan masa jabatan,” tegas Kurniasih.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.
Warga Pulau Tidung Antusias Periksa Mata Gratis, Kacamata Dibagikan Sesuai Hasil Pemeriksaan
Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar
Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri
GNK Sebut Kasus Hukum Fahd Arafiq Tamparan Keras bagi DPP Golkar
Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:23 WIB

Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.

Minggu, 20 September 2026 - 13:15 WIB

Warga Pulau Tidung Antusias Periksa Mata Gratis, Kacamata Dibagikan Sesuai Hasil Pemeriksaan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:27 WIB

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:20 WIB

Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri

Jumat, 18 September 2026 - 07:39 WIB

GNK Sebut Kasus Hukum Fahd Arafiq Tamparan Keras bagi DPP Golkar

Berita Terbaru

Daerah

PMB 2026 Oleh UM Indonesia Gunakan Cara Tak Biasa

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:43 WIB

Departemen

Terobosan Baru! FIA UI–BEI Bangun Ekosistem Investasi di Kampus

Minggu, 20 Sep 2026 - 09:33 WIB