Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

- Editor

Sabtu, 19 September 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIAS SELATAN, Mediakarya – Pelaksanaan proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMA Negeri 2 Mazo, Desa Hilimbaruzo, Kecamatan Mazo, kini tengah menjadi sorotan hangat masyarakat.

Proyek strategis nasional yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui dana Bantuan Pemerintah (Banpem) Kemendikdasmen ini menelan pagu anggaran yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp872.000.000.

Anggaran sebesar ratusan juta tersebut dialokasikan untuk pekerjaan rehabilitasi 4 (empat) ruang kelas.

Namun, proyek yang diharapkan mampu mendongkrak kenyamanan belajar mengajar ini justru memicu pertanyaan publik terkait transparansi dan kualitas material yang digunakan di lapangan.

Berdasarkan hasil penelusuran tim media di lokasi pada Senin (14/9/2026) sesuai info dari salah satu warga inisial AH, ditemukan penggunaan material pasir yang diduga kuat diambil dari Sungai Bombo Matua.

Ironisnya, kondisi fisik pasir yang berada di area pengerjaan tersebut diduga bercampur dengan lumpur, sehingga memicu kekhawatiran mengenai ketahanan dan mutu bangunan sekolah ke depan.

Selain persoalan kualitas material, keterbukaan informasi di lokasi proyek juga dipertanyakan akibat belum jelasnya pemasangan papan informasi proyek yang memuat nilai anggaran, nama pelaksana, dan masa pengerjaan secara transparan.

Guna memastikan pemberitaan berjalan secara berimbang, objektif, dan memenuhi kaidah jurnalistik, awak media telah melayangkan 10 poin pertanyaan konfirmasi resmi kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Mazo melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Belum Didaftarkan Parpol ke KPU, Peluang Anies Baswedan Tertutup

Pertanyaan tersebut meliputi keabsahan pengujian kualitas pasir, spesifikasi teknis kusen dan keramik, hingga mekanisme pertanggungjawaban dana Banpem pusat tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai rentetan pertanyaan teknis tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Mazo belum memberikan jawaban substantif.

Melalui pesan WhatsApp pribadinya, ia memberikan tanggapan singkat bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena urusan keluarga.

“Iya, Pak. Mohon maaf saya lagi sibuk, Pak, karena anakku lagi sakit, Pak,” ujarnya singkat kepada awak media.

Sorotan masyarakat ternyata tidak berhenti pada masalah teknis bangunan saja. Warga setempat juga mengeluhkan kurang aktifnya kehadiran Kepala Sekolah di tempat tugas. Hal ini diperkuat saat tim media turun langsung ke lokasi sekolah dan memang tidak melihat kehadiran Kepala Sekolah di area tersebut untuk mengawasi proyek maupun menjalankan roda kepemimpinan sekolah.

Demi menyajikan informasi yang utuh, akurat, dan transparan kepada masyarakat luas, awak media akan segera melakukan langkah konfirmasi lanjutan ke pihak Dinas Pendidikan Cabang Kabupaten Nias Selatan.

Langkah ini diambil guna memperjelas status pengawasan, mengevaluasi realisasi anggaran Rp872 juta tersebut, serta memastikan mutu pengerjaan fisik rehabilitasi ruang kelas di SMAN 2 Mazo benar-benar berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan pemerintah pusat.(Nan)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri
Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:27 WIB

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:20 WIB

Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri

Jumat, 18 September 2026 - 06:35 WIB

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Berita Terbaru

Teddy Indra Wijaya saat saat mengusir sejumlah direksi pengelola sektor tranportasi dalam acara Peresmian LRT jurusan Manggarai-Kelapa Gading pada 16 September 2026.

Opini

Semakin di Depan Teddy Semakin Tak Tahu Diri

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:17 WIB