Berdalih Malas dan Bosan, Banyak Peserta Bimtek Pilih Ngopi di Caffe 

- Penulis

Jumat, 3 Juni 2022 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesrta Bimtek

Pesrta Bimtek

ACEH TIMUR, Mediakarya – Puluhan peserrta kegiatan bimtek Gechik (kepala desa) gelombang 8, berasal dari Kecamatan Simpang Ulim, Pante Bidari dan Madat, ternyata ogah  mengikuti pelatihan  yang di pusatkan di Aula Royal Hotel, Kota Idi,  Kabupaten Aceh Timur.

Pantauan media ini sejak memasuki pelatihan gelombang ke 8, yang dimulai Rabu, (1/6/2020), sebagian besar peserta lebih memilih nongkrong di cafe-cafe di Kota Idi seputaran hotel.

“Malam ini tidak ada kegiatan pelatihan, mungkin besok pagi di mulai acaranya,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Pemandangan yang sama pada Kamis (3/6/2022), di mana saat berlangsung pelatihan, banyak peserta yang asik  ngobrol dan minum kopi di cafe-cafe. Bahkan beberapa pengakuan keuchik selaku peserta, tidak mengikuti pelatihan, mereka lebih memilih tidur di kamar hotel.

Selain duduk di cafe dari pagi dan sore, bahkan ada peserta datang sebentar kemudian pulang, balik saat menandatangani absen.

Sementara sumber lainnya  mengungkapkan bahwa banyak peserta  malas dan ogah mengikuti bimtek. Mereka berdalih bahwa pematerinya tidak berkualitas.

“Materi yang diberikan tidak jauh beda materi bimtek sebelumnya,” ujar salah Keuchik yang minta namanya di rahasiakan.

Baca Juga:  Kemenkumham Paparkan 5 Misi Penting KUHP yang Baru

Banyak peserta mengaku malas mengikuti bimtek lantaran dilaksanakan di Idi. Padahal, mayoritas peserta berharap agar bimtek itu dilaksanakan di luar daerah sekaligus berefreshing.

“Sudah dua kali bimtek dilaksanakan di Idi, makanya malas dan bosan untuk mengikuti pelatihan. Padahal uang yang kita setor 5 juta satu peserta. Jika bimteknya ke luar daerah sambil mengikuti pelatihan bisa refreshing,”  ucapnya.

Ia menduga bahwa bimtek tersebut hanya sebagai formalitas. Mau ikut atau tidak yang penting para peserta telah menyetorkan uang.

Diketahui acara bimtek yang bertema “Sosialisasi Peningkatan Akuntabilitas Dana Desa dan Pengadaan Barang dan Jasa di Masa Transisi Covid dan Pemulihan Ekonomi” dilaksakan Lempana sejak hari Rabu 18 Mei  hingga 3 Juni 2022. Sebanyak 8 gelombang yang diikuti 513 Desa di Kabupaten Aceh Timur. setiap gelombang mengikuti pelatihan selama 2 hari.

Dimana setiap desa  dibebankan anggaran Rp10 juta untuk 2 peserta bersumber anggaran 8 persen dari pos pencegahan covid Dana Desa tahun 2022.  (Malik)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pakar Komunikasi Kritisi Kesenjangan Alokasi Anggaran Media di Pemkot dan DPRD Kota Bekasi
Dittipideksus Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal
Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat
Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026
Direktur SDR Kritik KPK Soal Kasus Blueray: Jangan Hanya Tangani Kasus Kecil
Pakar Komunikasi: Tri Adhianto Perlu Bangun Tim Komunikasi Publik yang Terintegrasi
Tersebar di Kalangan Media, KPK Diminta Dalami Dokumen Transaksi Atas Nama “Heri Setiyono”
Pangdam Jaya Tekankan Seleksi Transparan pada Sidang Parade Catar Akademi TNI 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pakar Komunikasi Kritisi Kesenjangan Alokasi Anggaran Media di Pemkot dan DPRD Kota Bekasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:48 WIB

Dittipideksus Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:33 WIB

Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:33 WIB

Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WIB

Direktur SDR Kritik KPK Soal Kasus Blueray: Jangan Hanya Tangani Kasus Kecil

Berita Terbaru