Dear Pak Dahlan..Golkar Bukan Ojol

- Editor

Jumat, 3 Juni 2022 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Lalu Mara Satriawangsa

Seperti biasanya, tulisan-tulisan Pak Dahlan Iskan selalu memanjakan mata menatap lama gawai membaca utuh tulisan sampai habis. Sebagai wartawan senior dan pemilik media ternama, pak Dahlan memang sangat produktif menulis.

Tulisan-tulisan pak Dahlan, baik itu reportase, analisis, opini, semuanya ‘renyah’, mengalir, bernas, tentunya up to date. Pak Dahlan seperti memberikan ruh pada tulisannya sehingga menarik, tidak bosan, kadang disisipi guyonan.

Tapi kali ini izinkan saya tergelitik dengan tulisan Anda. Pak Dahlan…Bapak terlalu ‘genit’! Menyorong ‘Munaslub Golkar Untuk Kendaraannya Ganjar..’atau Ganjar dilewatkan Golkar saja!..Bagaimana cara menundukkan Golkar..Untuk apa pak?

Bukankah pak Jokowi dan Ganjar Pranowo atau pak Jokowi kader tulen PDIP? Jadi buat apa diseret-seret ke Golkar. Okelah, kalau soal rumor — otak-atik capres, si A bakal menarik dipasangkan dengan B, atau jangan-jangan B justru akan moncer jika berduet dengan C. Partai ini dukung capres A, atau akan koalisi dengan yang lain. Itu sah-sah saja.

Tapi kalau tulisan insinuatif bahwa Golkar ‘bisa’ ditundukkan, mendorong-dorong tokoh di luar agar bisa nyapres dari Golkar, apalagi bawa-bawa Munaslub, pak Dahlan offside!

Pak Dahlan terlalu menyederhanakan masalah. Sebagai partai pemenang nomor 2 di Pemilu 2019, Golkar punya marwah, punya aturan main. Sebagai wartawan senior, apalagi mantan Menteri BUMN, pak Dahlan mestinya tahu bahwa setiap organisasi, apalagi partai politik punya aturan. Pun dengan Golkar.

Baca Juga:  Mendagri Didesak Tertibkan Ormas Kerap Bikin Rusuh

Di Golkar, ada mekanisme organisasi bahwa setiap keputusan diambil dalam forum Rapimnas, tertinggi Munas. Dari situ sudah ditetapkan keputusan partai bahwa capres Golkar namanya Airlangga Hartarto.

Soal Munaslub yang disorong-sorong aturannya juga jelas. Argumen memobilisasi begal partai untuk ‘proyek’ Munaslub lewat iming-iming Rp1 T bukankah ini sebuah ejekan serius.

Sepanjang kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto belum ada melakukan pelanggaran (prestasi, loyalitas dan tidak tercela) sehingga perlu digelar Munaslub. Jadi buat apa Munaslub?

Keberadaan Golkar di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sejatinya adalah wadah perkumpulan.Para elite partai ini baru kumpul-kumpul, ngobrol santai, menyamakan persepsi, bebas menyampaikan pikiran. Tapi poinnya tetap taat dan patuh pada aturan organisasi masing-masing.

Soal siapa capres yang bakal diusung? Tenang, Belanda Masih jauh Pak Dahlan! Ojo kesusu, kata Presiden Jokowi.

Sekali lagi. Tidak ada nama lain capres Golkar selain Airlangga Hartarto! Keputusan ini di ambil dalam forum tertinggi pengambil keputusan Partai Golkar. Internal solid mendukung dan semua kader Partai Golkar tahu itu. Bahwa ada juga kader Golkar yang “genit” seperti Bapak, itu biasa. Toh tak merubah keputusan yang sudah diambil dalam forum Munas.

Jadi pak Dahlan..Golkar bukan seperti ojek online (ojol) siapapun bisa datang dan naik seenaknya.

Penulis: Politisi Senior Partai Golkar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Untung Ada Ekonom Kwik Kian Gie
Sengketa Syarat Pencalonan Gibran: Kebenaran yang Dicari dan Hukum yang Harus Tegak
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Pendidikan Berpancasila untuk Indonesia MajuĀ 
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:21 WIB

Sengketa Syarat Pencalonan Gibran: Kebenaran yang Dicari dan Hukum yang Harus Tegak

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 08:01 WIB

Pendidikan Berpancasila untuk Indonesia MajuĀ 

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terbaru