Jelang Bulan Ramadhan, Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Bahan Pokok

- Editor

Kamis, 16 Maret 2023 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahan kebutuhan pokok

Bahan kebutuhan pokok

JAKARTA, Mediakarya – Jelang bulan puasa Ramadhan, pemerintah diminta untuk mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok. 

Pasalnya, satu pekan jelang memasuki bulan puasa, harga bahan pokok sudah mulai terjadi lonjakan di beberapa daerah di Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, berdasarkan data dari Asosiasi Peternak Layer Nasional menyebutkan, prediksi kenaikan harga telur ayam menjelang Ramadhan berkisar antara 8 persen sampai 10 persen. 

Selain itu, harga bahan pokok penting seperti cabai dan minyak goreng juga berpotensi mengalami kenaikan harga beberapa hari atau minggu ke depan.

Syarief Hasan menyebut, pemerintah mesti mempertimbangkan potensi tersebut. “Pemerintah mesti hati-hati untuk memastikan tidak terjadi kenaikan signifikan pada bahan pokok menjelang Ramadhan. Pemerintah harus mengambil langkah taktis dengan melakukan review di pasar-pasar masyarakat,” ungkap Syarief Hasan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/3/2023).

Elit Partai Demokrat ini menyebut, penyebab naiknya harga telur bisa disebabkan karena permintaan yang tinggi. “Tentu, Pemerintah bekerjasama dan mengontrol dengan pelaku usaha telur agar harus mampu mengantisipasi dengan menyediakan stok. Sebab, permintaan besar untuk memenuhi demand produk yang semakin tinggi “, Ungkap Syarief Hasan memberi solusi.

Baca Juga:  Pernyatan Ganjar Beri Sinyal Internal PDI-P Pecah

Ia melanjutkan, hal lain yang perlu diperhatikan Pemerintah adalah kenaikan harga pakan. “Kenaikan harga pakan ayam petelur seperti jagung juga dapat berimbas pada kenaikan harga telur ayam. Hal ini mesti menjadi perhatian khusus Pemerintah untuk menyediakan pakan yang cukup dan terjangkau,” paparnya.

Oleh karenanya, Syarief mendesak pemerintah untuk menertibkan perilaku pengusaha industri ayam yang kurang mengikuti peraturan Pemerintah. 

“Bayangkan saja, Harga Acuan Pemerintah sebesar Rp.21.000 per kilogram Tetapi para pelaku industri besar malah menjual ayam di pasaran yang jauh dari harga normal. Akibatnya, peternak kecil kesulitan. Padahal, harusnya harga tersebut proporsional dan terukur, menguntungkan semua pihak peternak kecil dan para konsumen daging ayam dan pengusahanya,” ungkapnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, pihaknya berkomitmen mengawal harga pangan di pasaran. 

“Kami dari Fraksi Partai Demokrat akan terus komitmen untuk menjaga harga bahan pokok di pasaran agar proporsional dan terukur. Selain itu, kami berkomitmen untuk terus membantu UMKM bidang makanan pokok untuk terus bertumbuh, utamanya menyambut Bulan Suci Ramadhan,” tegasnya. (Dit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK
Mahkamah Konstitusi Menyatakan Wapres Gibran Tidak Memiliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Amnesty International Kecam Kekerasan Terhadap Fungsionaris BEM UI, Desak Kapolri Usut Tuntas
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:56 WIB

Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:36 WIB

Mahkamah Konstitusi Menyatakan Wapres Gibran Tidak Memiliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Amnesty International Kecam Kekerasan Terhadap Fungsionaris BEM UI, Desak Kapolri Usut Tuntas

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto

Nasional

Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK

Rabu, 7 Okt 2026 - 01:56 WIB