DPR Minta LPP Sampaikan Pesan Damai Jelang Pemilu 2024

- Editor

Sabtu, 1 April 2023 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pemilu

Ilustrasi Pemilu

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI diminta untuk menyampaikan pesan yang baik dan bersifat damai saat menjelang Pemilu 2024. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto usai memimpin rapat Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi I DPR RI ke LPP RRI Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/3/2023).

Politisi Fraksi Partai PDI-Perjuangan itu juga meminta LPP RRI menyampaikan dengan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat awam. “Intinya RRI bisa memberikan penerangan yang sejuk, damai, dan bagi rakyat sangat jelas,” kata Utut.

Lebih lanjut, kata Utut, mengatakan beberapa poin yang bisa disampaikan oleh stasiun radio tersebut seperti waktu pemilu dan edukasi kepada masyarakat terkait pemilu legislatif dan presiden.

“Kapan pemilunya, apa bedanya pemilu legislatif dan pemilu presiden, apa bedanya RI, Provinsi, dan Kabupaten, dan apa bedanya DPD biar tugas-tugas dari teman-teman LPP RRI,” ucapnya.

Baca Juga:  Komitmen Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Bali, Oki Fahreza Akan Gelar Pesta Rakyat

Ia juga meminta LPP RRI menyampaikan dengan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat awam. “Dengan bahasanya yang sederhana, bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat kebanyakan,” ujarnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah juga memberikan apresiasi kepada LPP RRI Semarang karena sudah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Pemilu 2024. “Kita mengharapkan bisa mendukung, terutama infrastruktur stasiun-stasiun relay di masa mendatang,” katanya.

Kendati demikian, Utut juga berpesan agar stasiun radio seperti RRI bisa bersikap netral dalam menyampaikan berita terkait dengan Pemilu 2024. “Menjelang pemilu pada tahun 2024, LPP RRI semakin adil, semakin netral dan membawa pesan-pesan yang sifatnya damai. Itu saja yang bisa saya sampaikan.” pungkasnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar
Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK
Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Selasa, 22 September 2026 - 11:27 WIB

Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:16 WIB

Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB