Ditinggal Demokrat, Hasil Survei Anies Terjun Bebas

- Penulis

Kamis, 7 September 2023 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (Ist)

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – ETOS Indonesia Institute mengumumkan hasil survei terbaru terkait perolehan suara beberapa partai politik yang diprediksi akan lolos parlemen threshold (PT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Menurut hasil survei ETOS, calon presiden Prabowo Subianto menduduki peringkat tertinggi dengan persentase 37,8%. Prabowo unggul atas nama-nama lainnya, kemudian Ganjar Pranowo berada di posisi kedua dengan 31,4%, dan Anies Baswedan di tempat ketiga dengan persentase 24,7%.

“Survei ini menunjukkan bahwa Prabowo Subianto tidak terpengaruh oleh perpindahan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke koalisi Anies Baswedan, bahkan sebaliknya, posisinya semakin kuat,” ujar Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institut, Iskandarsyah, seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Kamis (7/9/2023)

Iskandar mengungkapkan, survei ini melibatkan hampir 1200 responden dari lima provinsi utama, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan margin error sekitar 2,81% dan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Metode survei dilakukan secara acak dengan penggunaan kuesioner dan berlangsung pada periode 18-31 Agustus 2023.

Selain itu, survei ETOS juga mengungkap hasil perolehan suara enam partai politik yang diperkirakan akan melampaui ambang parlemen. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memimpin dengan persentase 21,1%, diikuti oleh Partai Golkar dengan 19,7%, Partai Gerindra dengan 17,3%, dan Partai Demokrat dengan 15,7%. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem juga memperoleh persentase yang signifikan, masing-masing 13,4% dan 11,8%.

Menurutnya, pansangan calon presiden yang diusung oleh partai-partai sangat berpengaruh besar terhadap perolehan suara partai politik tersebut. Sebab, hasil survei menunjukkan pengaruh kuat dari calon presiden terhadap perolehan suara partai politik pendukungnya.

“Ini tak akan bisa disanggah lagi, partai-partai pendukungpun juga berefek, partai Golkar bukan partai baru, partai tua dan sangat berpengalaman menuju senayan, partai ini pun mendukung pak Prabowo berkoalisi bersama partai Gerindra, PAN dan partai-partai kecil lainnya, partai Demokrat juga partai yang pernah berkuasa selama dua periode, jadi tak perlu diragukan lagi, sikap partai Demokrat hengkang dari koalisi mendukung Anies sepertinya mendongkel kekuatan partai Demokrat kembali, partai Nasdem juga terdongkel karena Bacapresnya dan terakhir partai Keadilan Sejahtera (PKS), publik menunggu sikap partai ini, apa masih tetap mendukung Anies bersama Nasdem atau akan ikutan hengkang paska PKB merapat di koalisi itu,” ucap Iskandarsyah

Baca Juga:  Sejumlah Pengamat Ingatkan Bakal Cakada Kota Bekasi Bersih Dari Masalah Hukum

Iskandar juga menjelaskan bahwa partai-partai yang mendukung calon presiden tertentu juga mendapat dampak positif. Partai Golkar yang mendukung Prabowo bersama Gerindra dan partai-partai kecil lainnya memiliki pengalaman dan dukungan yang kuat dalam perjalanan menuju parlemen. Demikian pula, partai Demokrat yang telah berkuasa selama dua periode mendapat dukungan tambahan karena keputusannya untuk tidak mendukung Anies Baswedan.

“Semua kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi 3 (Tiga) bulan ke depan, membuat suasana politik kita semakin dinamis, perubahan, perpindahan, akan sangat mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan, karena semua Partai Politik sedang mempersiapkan strategi ke depannya, termasuk dalam menentukan Bacawapresnya untuk calon-calon yang mereka usung dan dukung, apakah PAN, PPP, Hanura, PERINDO dan lain-lain tak akan lolos Parlement threeshold?, politik hari ini masih abu-abu kok. Kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi, kita lihat nanti 3 (Tiga) bulan ke depan hasil survey ETOS selanjutnya.” jelasnya.

Lebih lanjut, publik masih menunggu untuk melihat sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang diperkirakan akan mendukung Anies Baswedan bersama Partai Nasdem setelah PKB bergabung dalam koalisi tersebut. Dinamika politik terus berlanjut, dan hasil survei ini memberikan gambaran awal yang menarik tentang bagaimana politik Indonesia akan berkembang selama beberapa bulan mendatang.

“Di tiga bulan ke depan sangat yakin semua akan menyusut partai-partai mana yang akan lolos ke senayan selain enam partai tadi,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum
Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik
Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun
Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh Pesantren, Ini Syaratnya
Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP
Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:15 WIB

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:26 WIB

Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:01 WIB

Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh Pesantren, Ini Syaratnya

Berita Terbaru

Dokumentasi pelantikan Pengurus Pusat AMPG Periode 2024-2029 (foto; dok. Mediakarya

Megapolitan

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB