Tiga Putra Daerah Ini Berpeluang Besar Pimpin Kota Bekasi

- Penulis

Minggu, 14 April 2024 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Kota Bekasi (Ist)

Pusat Kota Bekasi (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menjadwalkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada November 2024; mendatang. Salah satunya pemilihan Wali Kota Bekasi.

Sebagai daerah penyangga Jakarta, Kota Bekasi memiliki peran strategis dalam dalam menentukan arah pembangunan. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang pemimpin yang visioner dan mampu merangkul semua komponen masyarakat Kota Bekasi yang dinilai heterogen.

Dari sejumlah nama yang sempat diusulkan oleh Partai Golkar sebagai kandidat calon Wali Kota yakni Ade Puspitasari, Abdul Rosyad Irwan, Kusnanto Saidi, Novel Saleh Hilabi dan Faisal, masyarakat memiliki harapan besar agar kepala daerah ke depan dapat diterima seluruh komponen.

Tidak hanya Partai Golkar, PDI Perjuangan juga menggadang-gadang Tri Adhianto diusulkan sebagai calon Wali Kota Bekasi. Selain itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sendiri sebelumnya telah santer bakal mengusung Heri Koeswara untuk maju pada kontestasi Pilkada yang akan digelar pada 2024 mendatang.

Analis muda dari Center for Public Policy Studies Indonesia (CPPSI) Nurseylla Indra berharap calon Wali Kota Bekasi kedepan sosok yang tidak memiliki resistensi hukum.

Menurut dia, dari sejumlah tokoh yang ramai diperbincangkan bakal maju sebagai calon Wali Kota Bekasi, tentunya publik tahu siapa sosok yang dinilai bakal memiliki resistensi hukum. Baik itu yang bersifat personal maupun imbas dari persoalan hukum yang menyeret keluarganya.

“Publik harus belajar dari pengalaman dua wali kota Bekasi sebelumnya, tidak ada satupun kepala daerah yang memimpin Kota Bekasi hingga tuntas. Justru keduanya harus berujung dengan dengan kasus hukum yang menjeratnya,” ujar Seylla dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Ahad (14/4/2024).

Baca Juga:  Pemerintah Kembali Buka Keran Ekspor CPO, IKAPPI: Terpenting kebutuhan dalam negeri tercukupi

Dia juga mengatakan dari 7 tokoh yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon Wali Kota Bekasi hanya ada 3 kandidat yang dinilai minim resistensi hukum, yakni Abdul Rosyad Irwan, Kusnanto Saidi dan Heri Koeswara. Ketiganya merupakan putra asli daerah yang dinilai memiliki rekam jejaknya yang baik serta dapat meneruskan proses pembangunan yang telah dikerjakan oleh Wali Kota ere Rahmat Effendi.

“Karena berdasarkan rekam jejak dan pencarian jejak digital, ketiganya tidak pernah memiliki persoalan hukum baik itu yang bersifat personal maupun imbas dari persoalan hukum yang menimpa keluarganya,” ungkap Seylla.

Kendati demikian, lanjut Seylla, terkait dengan siapa pilihan terbaik sebagai calon Wali Kota Bekasi, semua kembali berpulang kepada masyarakat Bekasi sebagai pemilik suara.

“Memang tidak ada satu pun calon pemimpin yang sempurna, namun demikian kita harus mengetahui rekam jejaknya. Jangan sampai kita terjebak pada persoalan hukum yang menimpa kepala daerah,” ujar Seylla.

Dia juga mengajak semua pihak harus kembali pada tujuan utama diselenggarakannya pilkada, yakni mencari pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

“Jabatan kepala daerah bukanlah mata pencarian tetapi sarana pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya

Oleh karenanya, jabatan ini jangan sampai diperlakukan sebagai spekulasi karier politik seseorang atau hanya ingin mencari keuntungan semata.

“Sebab menjadi calon kepala daerah, dituntut untuk lebih intensif turun ke bawah memperkenalkan diri kepada masyarakat di segala lapisan, serta fokus merumuskan program kerja yang kelak akan dikampanyekan,” tutupnya. (Syg)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali
HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD
Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai
Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko
Kasus Dugaan Suap DJBC, Saksi Ungkap Ada Aliran Dana ke Institusi “Cokelat”
TP PKK Jakarta dan PAM JAYA Gratiskan Khitan untuk 2.000 Anak di Momen HUT Jakarta ke-499
Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, BPKN Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem
Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40 WIB

Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali

Senin, 22 Juni 2026 - 17:24 WIB

HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD

Senin, 22 Juni 2026 - 16:35 WIB

Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai

Senin, 22 Juni 2026 - 11:17 WIB

Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko

Senin, 22 Juni 2026 - 10:29 WIB

Kasus Dugaan Suap DJBC, Saksi Ungkap Ada Aliran Dana ke Institusi “Cokelat”

Berita Terbaru