Baru Satu Bulan Diresmikan Jokowi, Smelter Senilai 58 Triliun Terbakar

- Penulis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen LPKAN< Abdul Rasyid.

Sekjen LPKAN< Abdul Rasyid.

JAKARTA, HINews – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) mendesak aparat penegak hukum (APH) segera mengusut tuntas atas peristiwa kebakaran di unit asam sulfat smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, yang terjadi pada Senin  (14/10/2024).

Sekjen LPKAN Abdul Rasyid mempertanyakan terkait dengan investasi proyek sebesar 3,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp58 triliun itu yang dinilai kurang perencanaan matang.

“Padahal, smelter Manyar Gresik merupakan salah satu investasi yang besar, yang nilainya cukup fantastis yakni 58 triliun. Dan ini tak lepas dari keterlibatan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terhadap investasi yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia,” ujar Rasyid dalam keterangan, Selasa (15/10/2024).

Untuk itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk memanggil sejumlah pihak yang ikut bertanggungjawab atas investasi yang nilainya cukup besar itu dan ada potensi KKN yang melibatkan penyelenggara negara.

Sebelumnya, pabrik asam sulfat Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), di KEK Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terbakar Senin (14/10) pukul 17.45 WIB.

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati membenarkan adanya kejadian itu.

“Tim tanggap darurat PTFI bergerak cepat menangani dan sedang berusaha memadamkan api tersebut,” kata Katri, Senin (14/10/2024) malam.

Dalam video yang beredar terlihat para pekerja di Smelter PTFI lari berhamburan. Kamera kemudian menyorot salah satu bangunan pabrik yang terbakar. Kobaran api membumbung tinggi. Asap hitam mengepul. Kemudian sebuah ledakan keras terdengar.

Baca Juga:  Proyek Pengerjaan Drainase Tak Sesuai Prosedur, DBMSDA Kota Bekasi Dituding Abaikan Respon Publik

Diresmikan Jokowi Bulan Lalu

Presiden Joko Widodo meresmikan produksi smelter PT Freeport Indonesia di Gresik itu pada 23 September 2024 lalu. Jokowi mengatakan, pembukaan pabrik raksasa katoda perdana RI ini akan membawa Indonesia menjadi negara industri maju.

“Indonesia ingin mengolah sumber daya alamnya sendiri dan tidak mengekspor, sekali lagi, mentahan atau raw matetrial. Dan ini akan membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar,” kata Jokowi seperti dilansir dari laman Tempo.co.

Investasi Rp 56 triliun dihabiskan untuk membangun smelter PT Freeport di Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini bisa mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga yang dibawa dari Papua. Hasilnya 900.000 ton katoda tembaga, 50 ton emas dan 210 ton perak.

Pemerintah, kata Jokowi, bakal terus memantau pembangunan smelter ini. Mulai sejak 2018 ketika persiapan lahan, groundbreaking pada Oktober 2021, hingga akhirnya kini bisa diresmikan. Proyek ini diklaim akan melibatkan UMKM dan sub-kontraktor yang besar.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan smelter PTFI di Gresik ini merupakan smelter kedua single line terbesar di dunia. Ia menyatakan dengan beroperasinya smelter PTFI di Gresik menjadikan PT Freeport Indonesia sebagai perusahaan tambang tembaga hulu-hilir terbesar di dunia.

“Dan ini adalah bagian program hilirisasi Pak Presiden dan untuk supply kebutuhan tembaga untuk EV dan transisi energi,” kata Tony.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke 80, IPW Beri Sejumlah Catatan Kritis Soal Kinerja Polri
Pakar Komunikasi Kritisi Kesenjangan Alokasi Anggaran Media di Pemkot dan DPRD Kota Bekasi
Dittipideksus Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal
Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat
Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026
Direktur SDR Kritik KPK Soal Kasus Blueray: Jangan Hanya Tangani Kasus Kecil
Pakar Komunikasi: Tri Adhianto Perlu Bangun Tim Komunikasi Publik yang Terintegrasi
Tersebar di Kalangan Media, KPK Diminta Dalami Dokumen Transaksi Atas Nama “Heri Setiyono”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:37 WIB

HUT Bhayangkara ke 80, IPW Beri Sejumlah Catatan Kritis Soal Kinerja Polri

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pakar Komunikasi Kritisi Kesenjangan Alokasi Anggaran Media di Pemkot dan DPRD Kota Bekasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:48 WIB

Dittipideksus Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:33 WIB

Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:33 WIB

Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026

Berita Terbaru