BANDUNG, Mediakarya – Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat yang akrab disapa Joker, ikut angkat bicara menyikapi dinamika politik dan birokrasi di Kota Bandung yang kian menghangat. Joker meminta para pemimpin di Kota Kembang itu menyudahi ego sektoral dan fokus menjaga kondusifitas wilayah demi kepentingan masyarakat luas.
“Masyarakat sudah lelah dan muak melihat panasnya gejolak politik yang terjadi saat ini. Sudah saatnya para pemimpin di Kota Bandung kembali ke khittah, yaitu saling menjaga keharmonisan. Rempug Jungkung Sauyunan, kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun pikeun ngabangun Kota Bandung (harus saling bergandengan tangan untuk membangun Kota Bandung),” ujar Rohimat dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
PMPR Indonesia juga menekankan pentingnya lima pilar utama demi kemajuan bersama, yakni mengutamakan rasa kemanusiaan dalam setiap langkah kebijakan, menjaga kerukunan, saling menghargai, dan aktif membangun kebersamaan, menyelesaikan setiap perbedaan pandangan dengan jalan musyawarah dan kepedulian.
“Kemudian bersatu padu tanpa membeda-bedakan golongan, karena Kota Bandung adalah milik bersama, selanjutnya, bersinergi membangun Bandung yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Joker.
Menurutnya, ego kepemimpinan hanya akan melahirkan kebijakan yang prematur. Pihakya juga meminta kepada para pemangku kebijakan di Kota Bandung agar belajar dari sejarah kerajaan besar di Indonesia, seperti Majapahit dan Singosari juga Samudrapasai, semuanya runtuh karna ada ego dari pemangku kebijakan. Hal serupa terjadi di masa kerajaan Roma dan Dinasti Yuan Cina mereka Runtuh karna mengedepankan ego sentris pemimpin dan intrik kekuasaan.
“Sejarah masa lalu dari sejumlah rezim seharusnya menjadi pelajaran yang berharga. Selain itu, PR yang sangat berat juga tengah dihadapi oleh para pemimpin di Kota bandung. Terjadinya disharmonisasi baik di internal pemerintahan maupun stabilitas politik tengah menjadi sorotan publik. Hal ini seharusnya dapat dihindari jika para pemimpin meninggalkan ego sektoralnya,” kata Joker.
Selain menyoroti stabilitas politik, PMPRI juga menyampaikan seruan khusus kepada aparat penegak hukum (APH) agar tetap objektif dan memberikan ruang dan kesempatan bagi para pemimpin maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk membuktikan integritas mereka.
“Kami meminta kepada pihak APH untuk memberikan kesempatan serta peluang bagi para pemimpin, baik dari jajaran pimpinan daerah maupun para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, untuk memperbaiki diri dan membuktikan kinerja terbaik mereka. Biarkan mereka fokus bekerja, berinovasi, dan menunjukkan kontribusi nyata untuk dan demi masyarakat Kota Bandung,” ungkap Joker.
Melalui gerakan moral “Sauyunan Sahate, Bandung Juara!” ini, PMPR Indonesia berharap Kota Bandung dapat kembali menjadi kota yang nyaman, damai, dan bersih dari perselisihan yang kontraproduktif.
“Kota Bandung Punya potensi, Kota Bandung punya SDM yang mumpuni maka tidak selayaknya intrik egosentris jadi wajah utama Pemkot Bandung ,” pungkasnya.










