PDIP Ancam Bakal Beberkan Skandal Korupsi Sejumlah Pejabat Negara

- Penulis

Selasa, 31 Desember 2024 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka Hasto Kristiyanto, atas dugaan tindak pidana menghalang-halangi proses penyidikan, PDI Perjuangan (PDIP) sepertinya tidak tinggal diam.

Partai yang digawangi oleh Megawati Soekarnoputri ini bakal melakukan serangan balik dan membeberkan kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh sejumlah pejabat negara.

Bahkan, politikus PDIP Guntur Romli menyebut bahwa pihaknya akan membeberkan dokumen penting bukti skandal pejabat negara yang dimiliki Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto tak hanya dalam bentuk video.

Dia mengklaim bukti-bukti yang Hasto miliki berupa dokumen audio hingga teks. Dia meyakini bahwa bukti-bukti itu autentik, orisinil, dan kuat dalam mengungkap skandal pejabat negara.

“Semua bentuk dokumen, ada video, audio dan teks ya. Itu semua dokumen yang kami anggap autentik, orisinil dan kuat sebagai bukti,” kata Guntur Romli sebagaimana dikutip dari Tribunnews, Selasa (31/12/2024).

Guntur mengatakan semua dokumen itu dititipkan pada pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie di luar negeri. Connie diketahui memang salah satu yang dekat dengan Hasto.

Ia juga sempat menemani saat Hasto bicara soal kabar dirinya akan menjadi tersangka KPK di podcast Akbar Faizal Uncensored jauh sebelum kabar itu resmi diumumkan.

Guntur Romli mengatakan alasan PDIP menyimpan dokumen penting berisi skandal korupsi pejabat negara hingga hari ini karena kurangnya kepercayaan ke lembaga yang berwenang menangani masalah terkait.

“Kita bicara soal kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga penegak hukum saat ini.”

“Biasanya kan KPK sudah banyak menerima laporan kasus korupsi besar, tapi nggak ada tindak lanjut,” ujar Guntur.

Baca Juga:  Jubir Ali Fikri Klarifikasi Soal Beredarnya Surat Palsu Berlogo KPK

Bentuk Perlawanan PDIP

Baca juga: PDIP Enggan Lapor ke KPK soal Klaim Hasto Punya Bukti Skandal Pejabat Negara: Bisa Jadi Bumerang

Dalam kesempatan terpisah, Guntur mengatakan bukti-bukti yang akan diungkap itu sebagai bentuk perlawanan terhadap tuduhan kriminalisasi yang dialami Hasto dalam kasus Harun Masiku.

Guntur mengklaim dokumen yang dijadikan bukti itu menunjukkan tindakan para elite politik menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan korupsi dan mengintervensi proses penegakan hukum.

“Betul (akan diungkap ke publik). Sebagai perlawanan. Bukan serangan balik tapi sebagai perlawanan terhadap kriminalisasi,” ujar Guntur, Jumat (27/12/2024).

Guntur tak bisa memastikan kapan video itu akan diungkap.

Yang pasti menurutnya, bukti itu bisa diungkap kapan saja.

“Tergantung Saudara Sekjen (Hasto), bisa kapan saja,” katanya.

Dalam video itu ada dugaan upaya mengkriminalisasi eks calon presiden, Anies Baswedan, melalui kasus korupsi.

Selain itu, ada video yang menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan oleh petinggi lembaga penegak hukum untuk menutupi masalah anggota keluarganya.

Selain itu, ada pula video mengenai isu tiga periode Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi Jokowi memang menginginkan tiga periode atau perpanjangan jabatan seperti yang disampaikan tokoh-tokoh terdekat Jokowi, dan nanti bukti-buktinya ada di video yang akan dirilis Saudara Sekjen,” kata Guntur.

“Ada video khusus soal kriminalisasi Anies Baswedan beserta bukti-buktinya. Ada soal petinggi penegak hukum yang kewenangannya disalahgunakan untuk menyelesaikan masalah pribadi anak penguasa,” lanjutnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tepis Sentimen Negatif Kelompok Wahabi dan Salafi, Iran Tunjukan Ketangguhan Sebagai Negara Peradaban
Eks Kacab Bank Pembobol Rekening Nasabah Divonis Penjara, Pakar Audit: Hati-Hati Kelola Uang
Menuju Indonesia Emas, Ribuan Siswa Aceh Utara Nikmati Program MBG
Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global
Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Pemaksaan Kesaksian Andri Yunus adalah Bentuk Ancaman
Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:19 WIB

Tepis Sentimen Negatif Kelompok Wahabi dan Salafi, Iran Tunjukan Ketangguhan Sebagai Negara Peradaban

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:43 WIB

Eks Kacab Bank Pembobol Rekening Nasabah Divonis Penjara, Pakar Audit: Hati-Hati Kelola Uang

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:31 WIB

Menuju Indonesia Emas, Ribuan Siswa Aceh Utara Nikmati Program MBG

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:20 WIB

Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:09 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Pemaksaan Kesaksian Andri Yunus adalah Bentuk Ancaman

Berita Terbaru

Personel lalu Lintas Polri saat melakukan apel (Foto: Sumber Net)

Headline

Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:20 WIB