Menuju Indonesia Emas, Ribuan Siswa Aceh Utara Nikmati Program MBG

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Singgah Mata yang dikelola oleh Yayasan Rencong Pase Gemilang telah berperan penting dalam menyediakan asupan bergizi bagi ribuan siswa. (Foto: Zulmalik)

SPPG Singgah Mata yang dikelola oleh Yayasan Rencong Pase Gemilang telah berperan penting dalam menyediakan asupan bergizi bagi ribuan siswa. (Foto: Zulmalik)

ACEH UTARA, Mediakarya – Upaya membangun Generasi Emas 2045 terus digencarkan melalui berbagai sektor, salah satunya pemenuhan gizi anak sekolah. Di Kecamatan Baktiya Barat, aroma masakan bergizi dari dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Singgah Mata menjadi simbol nyata komitmen tersebut.

Sejak resmi beroperasi pada 9 April 2026, SPPG Singgah Mata yang dikelola oleh Yayasan Rencong Pase Gemilang telah berperan penting dalam menyediakan asupan bergizi bagi ribuan siswa. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi bagian strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Kepala SPPG Singgah Mata, Desi, menegaskan bahwa kualitas rasa menjadi perhatian utama dalam setiap sajian. Menurutnya, makanan sehat harus tetap lezat agar disukai anak-anak.

“Alhamdulillah, kami menghadirkan koki yang kompeten agar setiap menu tetap enak dan bergizi, sehingga anak-anak menikmatinya,” ujar Desi, Sabtu (2/5/2026).

Menu harian yang disajikan telah disusun sesuai standar dari Badan Gizi Nasional serta arahan Presiden Prabowo Subianto. Setiap porsi makanan mengandung gizi seimbang, mulai dari karbohidrat (nasi), protein hewani (ayam, ikan, daging, telur), serat dari sayuran, hingga buah sebagai pelengkap nutrisi.

Baca Juga:  Firman Soebagyo: Makan Bergizi Gratis Wujud Kepedulian Negara pada Masa Depan Anak

Dari sisi operasional, dapur ini tergolong masif. Setiap hari, sebanyak 2.363 porsi makanan diproduksi dan didistribusikan ke sekolah-sekolah di wilayah Aceh Utara. Untuk memastikan kelancaran distribusi, dua unit kendaraan operasional dengan empat pengemudi disiagakan.

Tak hanya berdampak pada kesehatan anak, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Saat ini, SPPG Singgah Mata melibatkan 50 tenaga kerja, terdiri dari tim dapur, operasional, dan staf administrasi.

Mitra SPPG Singgah Mata, dr. Ida Riani, menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi konkret dalam mengatasi masalah kurangnya asupan makanan di kalangan pelajar.

“Masih banyak anak yang bersekolah tanpa makan karena keterbatasan ekonomi. Program ini hadir untuk memastikan mereka tetap mendapatkan gizi yang cukup agar tumbuh sehat dan cerdas,” jelasnya.

Berlokasi di Gampong Singgah Mata, di jalur strategis Medan–Banda Aceh, dapur ini kini menjadi pusat harapan baru. Lebih dari sekadar tempat memasak, SPPG Singgah Mata menjelma sebagai fondasi penting dalam mencetak generasi unggul Aceh Utara yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan Indonesia. (Zulmalik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Amin Rais Bongkar Sosok di Balik Terhambatnya Komunikasi Sejumlah Menteri dengan Presiden
Ini Baru Keren, Iran Berhasil Kembangkan Kapal Selam Fatah di Tengah Sanksi Embargo
Puluhan Kontraktor Tuntut Jaya Ancol Bayar Utang Proyek Rp7,5 Miliar
Kaukus Ekonom Pancasila Serahkan Draft RUU Perekonomian Nasional kepada Kepala Staf Kepresidenan
SPPG Polri Pekayon Jaya Terlambat Bikin IPAL
PSI Terancam Pecah, Mantan Kader Mulai Buka-Bukaan
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Tindakan Represif TNI Usir Penonton Film “Pesta Babi”
Proyek IKN di Kaltim Terancam Mangkrak, Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Negara
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:54 WIB

Amin Rais Bongkar Sosok di Balik Terhambatnya Komunikasi Sejumlah Menteri dengan Presiden

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:59 WIB

Ini Baru Keren, Iran Berhasil Kembangkan Kapal Selam Fatah di Tengah Sanksi Embargo

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:11 WIB

Puluhan Kontraktor Tuntut Jaya Ancol Bayar Utang Proyek Rp7,5 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:42 WIB

Kaukus Ekonom Pancasila Serahkan Draft RUU Perekonomian Nasional kepada Kepala Staf Kepresidenan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:17 WIB

SPPG Polri Pekayon Jaya Terlambat Bikin IPAL

Berita Terbaru