KH Ahmad Sanusi Tokoh Ulama Serta Pahlawan Nasional Asal Sukabumi Berperan Dalam Kemerdekaan RI

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Ulama Dan Pahlawan Nasional KH Ahmad Sanusi

Tokoh Ulama Dan Pahlawan Nasional KH Ahmad Sanusi

SUKABUMI, Mediakarya – KH Ahmad Sanusi salah satu ulama sekaligus pahlawan nasional  asal Sukabumi yang berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Ia dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2022. Ulama satu ini memiliki peran besar dalam kemerdekaan RI.

KH Ahmad Sanusi lahir pada tanggal 3 Muharram 1036 Hijriah atau 18 September 1889 menurut penanggalan Masehi. Beliau berasal dari Desa Cantayan, Desa Cantayan, Kecamatan Cantayan, Kabupaten Sukabumi.

KH Ahmad Sanusi merupakan anak dari Ajengan Haji Sanusi, seorang ulama dan guru agama yang cukup terkenal di Sukabumi. Ia mempelajari ilmu-ilmu keislaman dari ia masih kanak-kanak dan juga banyak belajar dari para santri yang lebih tua di pesantren milik ayahnya.

Selama lebih dari 4 tahun, Ahmad Sanusi menjadi santri di berbagai daerah. Ia memutuskan kembali ke Sukabumi atas nasihat dari KH Suja`i dan diperintahkan untuk pergi ke Pesantren Babakan Selawi Sukabumi di bawah pimpinan Ajengan Affandi. Di pesantren tersebut, Ahmad Sanusi mengakhiri masa lajangnya dan ia menikah dengan Siti Djuwariyah.

Sekitar tahun 1910, Ahmad Sanusi dan istrinya berangkat ke Mekkah untuk melanjutkan belajar ilmu agama. Di Tanah Suci, beliau berguru kepada ulama-ulama besar seperti Shaikh Salih Bafadil, Shaikh Ali Maliki al-Tayyibi dan lain-lain, termasuk ulama bermadzhab shafi’iyyah. Ia juga bertemu dengan tokoh-tokoh pembaharu seperti Muhammad Abduh dan Rashid Rida.

Pada tahun 1915, sepulang menuntut ilmu di Mekah, KH Ahmad Sanusi kembali ke Indonesia untuk membantu ayahnya untuk mengajar di Pesantren Cantayan. Setelah tiga tahun membantu ayahnya, ia mulai membangun pondok pesantrennya sendiri yang terletak di Kampung Genteng, sebelah utara desa Cantayan, KH Ahmad kemudian dikenal dengan sebutan Ajengan Genteng. Dan ia pun menamai Pesantrennya tersebut beri nama Pondok Pesantren Babakan Sirna Genteng.

Baca Juga:  Wali Kota Sukabumi Lantik 12 Pejabat Eselon II dan 9 Fungsional, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Responsif

KH Ahmad Sanusi juga salah satu pendiri organisasi Sarekat Islam dan anggota BPUPKI. Selain itu, ia juga merupakan seorang ulama dan pembaharu Islam yang sangat berpengaruh pada masanya.

Ahmad Sanusi juga dikenal sebagai Kiai Haji Ahmad Sanusi atau Ajengan Cantayan atau Ajengan Genteng atau Ajengan Gunungpuyuh merupakan tokoh Sarekat Islam dan pendiri Al-Ittahadiyatul Islamiyah (AII).

Al-Ittahadiyatul (AII) sendiri merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan dan ekonomi.

Pada awal Pemerintahan Jepang, AII dibubarkan,  secara diam-diam Ahmad Sanusi mendirikan Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII).

KH Ahmad Sanusi juga pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945.

Pada tahun 1945, Ahmad Sanusi menjadi anggota BPUPKI. Ia ikut serta dalam penyusunan Undang-Undang Dasar 1945 dan menjadi salah satu tokoh yang mengusulkan dasar negara Pancasila.

Salah satu pemikiran dari KH Ahmad Sanusi yaitu mengusulkan bentuk negara jumhuriyah atau republik. Peran penting KH Ahmad Sanusi di BPUPKI adalah ketika  menjadi penengah saat muncul konflik mengenai sila pertama dalam rumusan dasar negara.

Selanjutnya saat revolusi berkecamuk, KH Ahmad Sanusi juga bergabung di anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). beliau pun pindah ke Yogyakarta pada tahun 1946 dan baru kembali ke Sukabumi ketika perang tersebut berakhir. KH Ahmad Sanusi meninggal pada 31 Juli 1950 dan dimakamkan di di Gunung Puyuh. (eka)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT
Kendaraan Pengangkut Alat Berat Amblas, Proyek Balai Patriot Terganggu
Bupati Nias Selatan Dukung Penuh Persiapan Muskab dan Pelantikan Pengurus KORMI 2026
Vandalisme Warnai Aksi 26.26 di DPRD Kota Sukabumi, Massa Tuntut Hak Angket untuk Wali Kota
Sinergi Pembangunan: Wabup Yusuf Nakhe Sambangi Onolal
500 Petugas Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Kota Bekasi
Pemerintah Kecamatan Onolalu Gelar Gotong Royong Bersama Tahap II Tahun 2026
Pimpin Rakor OPD, Wabup Nias Selatan Instruksikan Percepatan Kinerja
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:37 WIB

Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:52 WIB

Kendaraan Pengangkut Alat Berat Amblas, Proyek Balai Patriot Terganggu

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:10 WIB

Bupati Nias Selatan Dukung Penuh Persiapan Muskab dan Pelantikan Pengurus KORMI 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:05 WIB

Vandalisme Warnai Aksi 26.26 di DPRD Kota Sukabumi, Massa Tuntut Hak Angket untuk Wali Kota

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:26 WIB

Sinergi Pembangunan: Wabup Yusuf Nakhe Sambangi Onolal

Berita Terbaru

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ekonomi & Bisnis

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:22 WIB