Ribuan Massa Desak Wali Kota Sukabumi Cabut Perwal Kenaikan Tunjangan DPRD

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Masa Aksi Yang Tergabung Dalam Gerakan Amarah Sukabumi

Ribuan Masa Aksi Yang Tergabung Dalam Gerakan Amarah Sukabumi

SUKABUMI, Mediakarya – Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Amarah Rakyat Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Senin (1/9/2025). Mereka mendesak Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, untuk mengevaluasi sekaligus mencabut Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang kenaikan tunjangan DPRD Kota Sukabumi.

Koordinator aksi, Aris Gunawan, menegaskan kebijakan tersebut tidak berpihak kepada masyarakat. “Tunjangan DPRD seperti transportasi dan perumahan jelas tidak sesuai dengan kondisi sosial yang sedang bergejolak. Pemerintah seharusnya berpihak pada rakyat,” ujarnya saat membacakan 11 poin tuntutan aksi.

Aksi berlangsung di tiga titik, yakni Polres Sukabumi Kota, Gedung DPRD, dan Balai Kota Sukabumi. Massa mendesak Wali Kota Ayep Zaki beserta unsur Forkopimda menandatangani tuntutan yang mereka bawa, sekaligus memberi waktu tiga hari untuk merealisasikan pencabutan Perwal.

Baca Juga:  Cawapres Muhaimin Iskandar Kampanye Borong Minuman dan Lauk di Pasar

“Jika dalam tiga hari tuntutan ini tidak dipenuhi, maka ribuan massa akan kembali turun dengan kekuatan yang lebih besar,” tegas Aris di hadapan Wali Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta jajaran Forkopimda.

Aksi yang dimulai sejak siang berakhir sekitar pukul 20.30 WIB setelah dilakukan audiensi singkat dengan pemerintah daerah.

Selain menolak kenaikan tunjangan DPRD, massa juga menyuarakan tuntutan lain, mulai dari pencopotan Kapolri, investigasi transparan tragedi 28 Agustus 2025, reformasi struktural Polri, pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga percepatan pembahasan RUU Transportasi Online.

“Gerakan Amarah Rakyat Sukabumi adalah suara rakyat yang tidak bisa diabaikan. Kami tidak akan berhenti menyuarakan ini. Pemerintah harus mendengar rakyat, bukan berpihak pada kepentingan elite,” tandas Aris. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi
Kapolres Nias Selatan Dukung Penuh Pelaksanaan Muskab I KORMI
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Buka Lomba Paduan Suara Dapil V, Wabup Nias Selatan Apresiasi Sinergi Bamuspernis
Optimalkan PAD Pariwisata dan Perikanan, Pemkab Nias Selatan dan Pemkab Kepulauan Mentawai Gelar Rakor Strategis
Bawa Isu Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Geruduk DPRD
Jadi Juara Umum Pada Ajang Puteri Jabar 2026, Azizah Bikin Harum Nama Kota Bekasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:01 WIB

Kapolres Nias Selatan Dukung Penuh Pelaksanaan Muskab I KORMI

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:09 WIB

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:43 WIB

Buka Lomba Paduan Suara Dapil V, Wabup Nias Selatan Apresiasi Sinergi Bamuspernis

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB