Sjam Kamaruzaman: Sosok Misterius di Balik Peristiwa G30S 1965

- Editor

Selasa, 16 September 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Medikarya – Sjam Kamaruzaman dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Ia menjabat sebagai Kepala Biro Khusus PKI, organisasi rahasia yang bertugas merekrut anggota partai secara ilegal di tubuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Sjam adalah teman dekat D.N. Aidit, Ketua Komite Sentral PKI, yang menjadi otak politik gerakan tersebut. Ia dikenal cerdas, berani, dan berwibawa, serta menguasai bahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan Rusia. Keahliannya mencakup bidang militer, intelijen, dan komunikasi, serta sering melakukan perjalanan ke luar negeri untuk membangun hubungan dengan partai-partai komunis, khususnya Uni Soviet dan Tiongkok.

Sebagai Kepala Biro Khusus, Sjam bertanggung jawab menyusun daftar target penculikan dan pembunuhan dalam G30S. Namun, muncul dugaan bahwa Sjam bukanlah anggota PKI sejati, melainkan agen rahasia militer atau bahkan CIA yang menyusup ke partai untuk mengacaukan rencana mereka. Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa Sjam tidak pernah mengungkap identitas politiknya kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya, dan dikenal sebagai pengusaha sukses yang tidak terlibat politik.

Baca Juga:  175.023 Pelaku Usaha Miliki Sertifikat Perseroan Perseorangan

Sjam ditangkap pada 1967 di Cimahi, Jawa Barat, setelah diketahui oleh mantan anggota Biro Khusus yang sebelumnya ditangkap. Ia kemudian dibawa ke Jakarta untuk diinterogasi Tim Pemeriksa Pusat yang dipimpin Jenderal Soeharto. Selama masa tahanan, Sjam diperlakukan istimewa dan menjadi sumber informasi utama bagi militer terkait G30S dan PKI. Ia mengungkap nama-nama anggota PKI yang berada di tubuh ABRI, termasuk peran dan motif para pelaku, termasuk D.N. Aidit.

Sjam Kamaruzaman menjalani pengadilan tertutup di Mahkamah Militer Luar Biasa pada 1986, dan dieksekusi secara diam-diam. Sosoknya tetap menjadi misteri sekaligus kunci penting pemahaman tentang peristiwa G30S dan peran PKI dalam sejarah Indonesia. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo
Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi
Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres
Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma
Riset INDEF: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sentimen Positif Netizen Anjlok dari 38,1% Jadi 29,9%
Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma

Berita Terbaru