Mak Erot, Legenda Pengobatan Tradisional dari Sukabumi yang Melegenda hingga Mancanegara

- Editor

Senin, 22 September 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya – Nama Mak Erot sudah lama menjadi legenda dalam dunia pengobatan tradisional, khususnya terkait vitalitas pria. Sosok yang lahir pada 1878 dan wafat pada 28 Juni 2008 ini dimakamkan di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Hingga kini, makamnya masih kerap diziarahi masyarakat.

Mak Erot mulai dikenal sejak 1940-an melalui metode pijat khas dan ramuan herbal yang diyakininya mampu membantu memperbaiki serta meningkatkan vitalitas pria. Meski telah tiada, namanya tetap abadi, bahkan dikenal hingga mancanegara.

Lokasi tempat tinggalnya di Kampung Cigadog pun melekat dengan sebutan “Simpang Mak Erot”, yang menjadi penanda jalan menuju kediaman sang legenda. Saking populernya, sebagian orang bahkan keliru mengaitkan istilah “erotis” dengan nama Mak Erot, padahal kata tersebut berasal dari bahasa Inggris erotic.

Ilmu pengobatan yang diwariskan Mak Erot kini diteruskan oleh anak dan cucunya. Umi Hj. Aenah (60), anak keenam Mak Erot, menuturkan bahwa seluruh keturunan almarhumah mewarisi keahlian pijat tradisional ini.

Baca Juga:  Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama dari Islam ke Hindu, Jalani Ritual Sudha Wadani

“Hampir semua cucu almarhumah membuka praktik pengobatan alternatif alat vital ini, termasuk anak saya. Semuanya sudah tahu prosedur dan cara pengobatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, pasien biasanya menjalani pemijatan sekitar setengah hingga satu jam. Selain itu, terdapat ritual khusus seperti mengonsumsi ketan hitam yang dimasukkan ke dalam bambu, dimakan bersama terong muda, serta meminum ramuan rempah buatan sendiri selama tiga hari.

Meski banyak pihak mencoba meniru metode Mak Erot, Umi Aenah menegaskan bahwa ilmu inti pengobatan tersebut tidak bisa disalin begitu saja. “Ada resep khusus yang diwariskan, termasuk laku puasa, dzikir, dan amalan lainnya. Itu yang membedakan dengan yang hanya sekadar meniru,” pungkasnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Direktur Program Daksinapati UI Sebut Karhutla 2026 Bukan Takdir, Tapi Pembiaran dan Pengkhianatan Terhadap Negara
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Komisi III DPR Minta Polres Pemalang Usut Tuntas Kematian Siswa SD yang Diduga Jadi Korban Perundungan
Halangi Tugas Pejabat Ombudsman RI Saat Sidak, Pegawai Lapas Cibinong Terancam Dipidana
Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan
Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Direktur Program Daksinapati UI Sebut Karhutla 2026 Bukan Takdir, Tapi Pembiaran dan Pengkhianatan Terhadap Negara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:15 WIB

MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:55 WIB

DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Komisi III DPR Minta Polres Pemalang Usut Tuntas Kematian Siswa SD yang Diduga Jadi Korban Perundungan

Selasa, 29 September 2026 - 22:47 WIB

Halangi Tugas Pejabat Ombudsman RI Saat Sidak, Pegawai Lapas Cibinong Terancam Dipidana

Berita Terbaru