SUKABUMI, Mediakarya – Nama Mak Erot sudah lama menjadi legenda dalam dunia pengobatan tradisional, khususnya terkait vitalitas pria. Sosok yang lahir pada 1878 dan wafat pada 28 Juni 2008 ini dimakamkan di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Hingga kini, makamnya masih kerap diziarahi masyarakat.
Mak Erot mulai dikenal sejak 1940-an melalui metode pijat khas dan ramuan herbal yang diyakininya mampu membantu memperbaiki serta meningkatkan vitalitas pria. Meski telah tiada, namanya tetap abadi, bahkan dikenal hingga mancanegara.
Lokasi tempat tinggalnya di Kampung Cigadog pun melekat dengan sebutan “Simpang Mak Erot”, yang menjadi penanda jalan menuju kediaman sang legenda. Saking populernya, sebagian orang bahkan keliru mengaitkan istilah “erotis” dengan nama Mak Erot, padahal kata tersebut berasal dari bahasa Inggris erotic.
Ilmu pengobatan yang diwariskan Mak Erot kini diteruskan oleh anak dan cucunya. Umi Hj. Aenah (60), anak keenam Mak Erot, menuturkan bahwa seluruh keturunan almarhumah mewarisi keahlian pijat tradisional ini.
“Hampir semua cucu almarhumah membuka praktik pengobatan alternatif alat vital ini, termasuk anak saya. Semuanya sudah tahu prosedur dan cara pengobatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, pasien biasanya menjalani pemijatan sekitar setengah hingga satu jam. Selain itu, terdapat ritual khusus seperti mengonsumsi ketan hitam yang dimasukkan ke dalam bambu, dimakan bersama terong muda, serta meminum ramuan rempah buatan sendiri selama tiga hari.
Meski banyak pihak mencoba meniru metode Mak Erot, Umi Aenah menegaskan bahwa ilmu inti pengobatan tersebut tidak bisa disalin begitu saja. “Ada resep khusus yang diwariskan, termasuk laku puasa, dzikir, dan amalan lainnya. Itu yang membedakan dengan yang hanya sekadar meniru,” pungkasnya. (eka)











