BALI, Mediakarya — Pulau Dewata akan menjadi panggung pertama penyelenggaraan Parade Seni Budaya Nusantara 2025 pada Desember mendatang. Ajang berskala nasional ini akan menghadirkan perwakilan dari 36 provinsi di Indonesia, menampilkan beragam atraksi seni dan budaya khas daerah — mulai dari tari, musik, busana adat, hingga pameran kerajinan lokal.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Oki Fahreza, mengatakan parade ini dirancang sebagai wadah ekspresi dan kolaborasi budaya dari berbagai kabupaten, kota, hingga provinsi di seluruh Indonesia.
“Dalam bentuk apa pun — bisa tarian, lagu, pakaian adat, atau pameran kerajinan khas daerah. Semua kami fasilitasi agar setiap daerah dapat menampilkan kekayaan budayanya,” ujar Oki dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Oki menegaskan bahwa Parade Seni Budaya Nusantara memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat jati diri bangsa.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menguatkan dan mempersatukan seluruh anak bangsa melalui seni budaya sebagai identitas nasional,” ucapnya.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, yakni menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, dan sejahtera.
Acara yang diketuai oleh Stanley Steven Wolff ini direncanakan menjadi agenda tahunan. Bali dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki reputasi internasional sebagai pusat pariwisata dan kebudayaan dunia.
“Kebetulan tahun ini Parade Seni Budaya Nusantara perdana kami adakan di Bali. Ke depannya, acara ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun,” ujar Oki.
Melalui pagelaran ini, panitia berharap dapat memperkuat identitas nasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional, menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan persatuan bangsa di tengah keberagaman. (hab)

