PMPRI Tolak Penjualan Saham BUMN di Lantai Bursa

- Editor

Minggu, 2 November 2025 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

BANDUNG, Mediakarya – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI), Rohimat yang akrab disapa Kang Joker, menolak keras terhadap rencana privatisasi atau penjualan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di lantai bursa.

Menurut Kang Joker, BUMN seharusnya tetap menjadi benteng ekonomi negara dan tidak boleh diperdagangkan seperti barang biasa di pasar saham. Pelepasan BUMN ke mekanisme pasar bebas dinilai sebagai upaya memasukkan ideologi neoliberalisme yang akan menggeser fungsi utama BUMN dari pelayan publik menjadi sekadar pengejar keuntungan.

“Dalam konstitusi kita, BUMN itu dibentuk untuk menguasai sektor-sektor penting, seperti listrik, air, energi, dan pangan. Tujuannya bukan untuk mencetak laba besar seperti perusahaan swasta, melainkan untuk menjamin rakyat mendapatkan harga yang stabil, layanan yang merata, dan kebutuhan pokok yang aman,” ujarnya kepada Mediakarya, Ahad (3/10/2025).

Baca Juga:  2024, PAM Jaya Segera Bangun Jaringan Pipa Besar

Ia menambahkan bahwa pasar saham adalah tempat yang sangat rentan terhadap spekulasi dan pergerakan modal besar. Ketika BUMN masuk ke sana, keputusan strategis perusahaan tidak lagi didasarkan pada kepentingan nasional atau amanat konstitusi, melainkan pada tuntutan para investor besar untuk mendapatkan untung cepat.

“Kami melihat pasar saham, terutama untuk BUMN, seperti kasino besar. Harga ditentukan oleh pemain modal raksasa, bukan oleh kinerja riil perusahaan atau kebutuhan rakyat. Jika BUMN kita masuk ke sana, kendali negara akan luntur, dan negara kehilangan alat pentingnya untuk menjaga keadilan ekonomi,” tegas Kang Joker.

PMPRI menyerukan kepada Pemerintah untuk menghentikan seluruh upaya yang mengarah pada finansialisasi BUMN dan meminta agar fungsi BUMN dikembalikan murni sebagai pilar kedaulatan ekonomi bangsa sesuai dengan semangat Pancasila dan UUD 1945. (Asp)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry
BPKN RI Dukung Total Wajib Halal, Minta Pedagang Kaki Lima Diberi Keringana
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
KADIN Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Konkret dengan Produsen Motor Listrik Saige di Karawang
FAST Indonesia Siap Bersinergi dengan BRAN Perbaiki Tata Kelola Pertanahan Nasional

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:35 WIB

BPKN RI Dukung Total Wajib Halal, Minta Pedagang Kaki Lima Diberi Keringana

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Berita Terbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

Hukum

KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan Nusron Wahid Pekan Ini

Senin, 12 Okt 2026 - 20:40 WIB

Siswa SMK Tinta Emas Indonesia sedang antri MBG Prasmanan

Daerah

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Senin, 12 Okt 2026 - 15:37 WIB

Ketua Bidang Advokasi F-SPGI, Purijan Karismandely

Ekonomi & Bisnis

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Okt 2026 - 14:21 WIB