GMNI Sukabumi Raya Tolak Wacana Gelar Pahlawan untuk Soeharto: “Belum Ada Keadilan Sejarah”

- Editor

Senin, 10 November 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya — Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya menyatakan penolakan terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Mereka menilai rencana tersebut belum mempertimbangkan berbagai catatan sejarah terkait masa pemerintahan Orde Baru.

Sikap tersebut ditegaskan melalui kajian politik dan historis bertajuk “Soeharto Bukan Pahlawan, Tetapi Pemimpin yang Tak Pernah Diadili” yang digelar di Sekretariat GMNI Sukabumi Raya. Diskusi ini menghadirkan Rifky Zulhadzilillah dan Wakabid Politik, Hukum, dan HAM GMNI Sukabumi Raya, Gilang Tri Buana, serta dihadiri kader dari berbagai komisariat.

Dalam kajian tersebut, GMNI Sukabumi Raya menyampaikan bahwa Soeharto dinilai belum memenuhi syarat moral dan historis sebagai pahlawan nasional sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2009. Mereka menyoroti sejumlah aspek yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan Bung Karno.

1. Penilaian Ideologis

Rifky Zulhadzilillah menilai kebijakan Orde Baru berbeda dengan konsep nasionalisme Bung Karno yang berpihak pada rakyat dan anti-penindasan.

“Nasionalisme Soekarno adalah nasionalisme pembebasan; nasionalisme Soeharto berubah menjadi nasionalisme penjinakan,” ujarnya, Jumat (8/11/2025).

2. Trisakti Bung Karno

Gilang Tri Buana menyebutkan Orde Baru dianggap mengabaikan prinsip Trisakti — berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Baca Juga:  Kemenperin Sebut Industri Plastik Tulang Punggung Sektor Strategis

“Ini bukan pembangunan bangsa, tetapi pengingkaran terhadap Trisakti,” tegasnya.

3. De-Soekarnoisasi dan Narasi Sejarah

GMNI juga menilai terjadi upaya penghapusan peran Bung Karno dalam sejarah, termasuk perubahan narasi sejarah di ruang publik pada masa Orde Baru.

4. Catatan Demokrasi dan HAM

Aktivis menilai masa Orde Baru diwarnai pembatasan kebebasan politik, represi terhadap gerakan rakyat, serta belum tuntasnya penegakan keadilan atas pelanggaran HAM masa lalu.

5. Kritik atas Model Pembangunan

GMNI menyebut pembangunan ekonomi era Orde Baru bergantung pada modal asing, memunculkan ketimpangan, dan tidak mencerminkan amanat kemandirian ekonomi rakyat.

Kesimpulan Sikap

GMNI Sukabumi Raya menegaskan penolakannya atas wacana gelar pahlawan untuk Soeharto, seraya menekankan perlunya penyelesaian sejarah dan penegakan keadilan sebelum memberikan penghargaan negara.

“Pahlawan bukanlah mereka yang diposisikan oleh kekuasaan, tetapi mereka yang membebaskan rakyat dari penindasan. Masih banyak catatan sejarah yang harus diselesaikan sebelum bicara soal gelar kehormatan,” tutup Gilang Tri Buana. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tanggapi Polemik Kadis LH vs Wartawan, Ketua IPW: Narsum Boleh Menolak, Wartawan Jangan Intimidasi
Jangan Alergi Kritik, Pengamat UI Minta Pejabat Bekasi Hormati Fungsi Wartawan dan Aktivis
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis IPPS Ingatkan Bahaya Pemburu Rente Manfaatkan Calon Ketua
Pasca Putusan MK Desakan Pemakzulan Gibran Mengalir Deras, Pakar Ingatkan Jalur Konstitusi Panjang dan Ketat
Pengamat Ini Duga Polemik Ijazah Gibran Sengaja Digoreng untuk Alihkan Isu MBG dan Kopdes
Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Tanpa Jokowi Mustahil Jadi Ketum Golkar, Tapi Saat Ijazah Gibran Disoal Bahlil Bungkam
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Tanggapi Polemik Kadis LH vs Wartawan, Ketua IPW: Narsum Boleh Menolak, Wartawan Jangan Intimidasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis IPPS Ingatkan Bahaya Pemburu Rente Manfaatkan Calon Ketua

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Pasca Putusan MK Desakan Pemakzulan Gibran Mengalir Deras, Pakar Ingatkan Jalur Konstitusi Panjang dan Ketat

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pengamat Ini Duga Polemik Ijazah Gibran Sengaja Digoreng untuk Alihkan Isu MBG dan Kopdes

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Berita Terbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

Hukum

KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan Nusron Wahid Pekan Ini

Senin, 12 Okt 2026 - 20:40 WIB

Siswa SMK Tinta Emas Indonesia sedang antri MBG Prasmanan

Daerah

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Senin, 12 Okt 2026 - 15:37 WIB

Ketua Bidang Advokasi F-SPGI, Purijan Karismandely

Ekonomi & Bisnis

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Okt 2026 - 14:21 WIB