JAKARTA, Mediakarya — PT Cemindo Gemilang Tbk melalui brand Semen Merah Putih memperbarui komitmennya terhadap lingkungan dengan memaparkan progres teknologi MPTree—fotobioreaktor mikroalga yang dirancang untuk menyerap emisi karbon dan polutan udara secara efisien di kawasan industri dan perkotaan.
Melalui gelar wicara bertema “Dari Laboratorium ke Dunia Nyata: Menumbuhkan Solusi Dekarbonisasi Industri Semen”, dipaparkan hasil uji lapangan MPTree di area manufaktur Yogyakarta dan Sukoharjo yang menunjukkan bahwa satu unit berkapasitas 200 liter mampu menyerap CO₂ setara 16,08 pohon dewasa.
Pencapaian ini memperkuat posisi Semen Merah Putih sebagai pelopor solusi green construction dan menjawab kebutuhan inovasi dekarbonisasi di tengah keterbatasan ruang hijau di perkotaan.
Teknologi IoT, Hemat Ruang, Kinerja Tinggi
Microalga diketahui memiliki kemampuan penyerapan karbon 15—50 kali lebih efektif dari pohon. Melalui sistem tertutup, pemanfaatan energi hibrida (panel surya–PLN), serta integrasi IoT dan empat sensor real-time, kinerja penyerapan CO₂ hingga produksi oksigen dipantau nonstop selama 24 jam.
Dengan terbuktinya efektivitas uji lapangan, Semen Merah Putih akan memasang unit MPTree berikutnya di Plant Jatiasih, Bekasi pada Desember mendatang, mengawali pemanfaatan teknologi ini di wilayah operasional perusahaan dan area publik.
“Kami memastikan setiap langkah keberlanjutan didukung bukti ilmiah dan investasi teknologi. MPTree menjadi solusi nyata untuk mengubah emisi menjadi dampak positif bagi lingkungan,”
ujar Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih.
Nilai Tambah Ekonomi Sirkular
Dalam prosesnya, MPTree menyimpan karbon hingga 91,7 persen, menghasilkan biomassa mikroalga yang dapat diolah menjadi:
• biofertilizer (pupuk hayati)
• biofuel sebagai energi terbarukan
“Model ekonomi sirkular ini membuktikan bahwa isu lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi hijau,” jelas Is Heriyanto, Komisaris Utama Algaepark Indonesia Mandiri.
Teknologi MPTree diharapkan menjadi langkah strategis sektor industri dalam mendukung target Net Zero Emission, menciptakan kualitas udara yang lebih baik, serta membangun masa depan kota dan konstruksi yang lebih hijau. (hab)










