Ratusan Warga Karangsembung Gelar Aksi di PT Mulia Prima Packindo

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BEKASI, Mediakarya – Ratusan warga Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin,  Kabupaten Bekasi, menggelar aksi di PT Mulia Prima Packindo.

Mereka menuntut menuntut penegakan hukum atas dugaan pencemaran lingkungan, pelanggaran ketenagakerjaan, pungutan liar, serta tidak transparannya program CSR perusahaan di wilayah tersebut.

Koordinator aksi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keresahan warga yang sudah berlangsung lama.

“Hari ini kami berdiri bukan untuk seremonial, tetapi untuk menyampaikan amarah rakyat. Ketidakadilan ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya dalam orasi.

Warga menduga adanya pembuangan limbah tanpa pengolahan yang menyebabkan pencemaran sungai dan kerusakan lahan pertanian. Mereka menuntut audit dari DLH dan KLHK serta penegakan UU No. 32/2009.

Koordinator aksi menyampaikan, lingkungan hidup bukan milik perusahaan. Itu hak rakyat. Jika tanah dan air kami diracuni, berarti masa depan anak-anak kami dirampas.

Massa menyoroti praktik outsourcing yang melanggar peraturan ketenagakerjaan pada pekerjaan inti, yang kami duga adanya eksploitasi terhadap para pekerja Mereka meminta penghentian pola kerja tersebut dan pengangkatan pekerja menjadi PKWTT sesuai Pasal 66 UU Ketenagakerjaan.

Dalam pernyataannya, Koordinator aksi menegaskan, “Martabat pekerja tidak bisa dibeli dengan kontrak ilegal. Pekerja adalah manusia, bukan robot, ” tegas dia.

Warga juga menuntut perusahaan melaksanakan tanggung jawab sosial (CSR) secara terbuka dan tepat sasaran.

Baca Juga:  KPK Berharap Presiden Segera Usulkan Calon Pengganti Lili Pintauli

“Perusahaan hidup dari tanah dan air masyarakat. Sudah selayaknya ada kontribusi nyata bagi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga,” kata Koordinator aksi.

Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak meminta belas kasihan, tetapi “menuntut hak yang memang wajib diberikan.

Peserta aksi menyoroti dugaan pungutan liar dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Mereka meminta tindakan tegas terhadap oknum pelaku dan pengembalian uang kepada korban.

Koordinator aksi menyampaikan,
“Tidak boleh ada lagi rakyat Karang Sambung yang diperas hanya untuk bisa bekerja. Ini kejahatan terhadap rakyat kecil,” ujarnya.

Beberapa perusahaan diduga masih memberikan upah di bawah UMK. Warga menuntut penegakan PP 36/2021 serta pembayaran selisih upah kepada pekerja.

“Upah layak itu hak pekerja. Jika hak itu dirampas, berarti ada penindasan ekonomi yang harus dihentikan,” jelas Koordinator aksi.

Warga Siap Mengawal Hingga Ada Tindakan Nyata.

Aksi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal proses hukum dan kebijakan hingga pemerintah serta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas.

Dalam pernyataan akhirnya, Koordinator aksi menegaskan,
“Selama rakyat ditindas, kami tidak akan diam. Suara rakyat tidak boleh dan tidak bisa dibungkam,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:51 WIB

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB