Bertemakan Divergent Mind, Hotel Griya Santrian Kembali Gelar Pameran Lukisan

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR, Mediakarya – Hotel Griya Santian kembali menggelar pameran bertemakan “Divergent Mind”. Pameran yang digelar ini adalah untuk mengajak pemirsa untuk menggeser cara membaca karya seni, yang acaranya dibuka pada Jumat 9 Januari 2026.

Pameran yang digelar ini bertujuan untuk mencari keseragaman atau ciri khas yang tunggal, sekaligus untuk memahami perbedaan, ketegangan, bahkan kontradiksi antar karya sebagai bagian dari pernyataan artistik yang lahir dari ekosistem pikiran seorang pelukis bernama Made Romi.

Dalam perspektif ini, perbedaan gaya bukanlah kegagalan koherensi, melainkan manifestasi dari kebebasan berpikir yang disengaja.  Kesadaran Made Romi akan dirinya sebagai otoritas atas karya-karyanya menjadi fondasi penting dalam praktik ini. Ia menempatkan dirinya sebagai subjek yang bertanggung jawab penuh atas pilihan estetik dan konseptualnya.

Baca Juga:  Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT

Sikap ini mengingatkan pada gagasan seniman modern tentang otonomi artistik, namun dengan kesadaran kontemporer bahwa otonomi tersebut selalu dinegosiasikan dalam relasi sosial dan kultural yang kompleks.

Romi menegaskan dalam seni rupa, perubahan, ketidakpastian, dan keberanian untuk menyimpang bukanlah kelemahan, melainkan sumber vitalitas kreatif. Dalam proses kreatifnya, berpikir dan melukis menyatu sebagai proses yang terus bergerak, sebuah perjalanan yang nilainya justru terletak pada keberlanjutan pencarian itu sendiri.

Sementara itu Made Dolar Astawa mewakili Santrian Gallery mengatakan Santrian Gallery selalu menyiapkan ruang untuk kegiatan para seniman tidak saja dari Bali bahkan Nusantara. Sehingga mampu menumbuhkembangkan seni rupa secara lebih luas. “Harapkan kami seni rupa semakin tumbuh dan terus berkembang,” ujar Dolar Astawa. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Hubungkan Tiga Lintasan Kepulauan Batu Nias Selatan
Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Wakapolres Nias Selatan Beri Pesan Tegas ke Pelajar: Setop Perundungan Sejak Dini!
Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum
Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi
Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara
Bola Panas Dumas Pajak PT BCI di Banyuwangi Kini di Tangan Dirjen Pajak: Sudah Diterima Tiga Pintu, Tinggal Ditelaah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 05:54 WIB

KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Hubungkan Tiga Lintasan Kepulauan Batu Nias Selatan

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Senin, 2 November 2026 - 19:11 WIB

Wakapolres Nias Selatan Beri Pesan Tegas ke Pelajar: Setop Perundungan Sejak Dini!

Senin, 2 November 2026 - 07:28 WIB

Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi

Berita Terbaru