Gubernur Pramono Tekankan Budaya Kerja dan Transparansi Jelang IPO Bank Jakarta

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka rapat kerja Bank Jakarta. (Foto: Bank Jakarta)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka rapat kerja Bank Jakarta. (Foto: Bank Jakarta)

JAKARTA, Mediakarya– Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya pembangunan corporate culture sebagai fondasi utama Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri menjadi bank terbuka atau initial public offering (IPO). Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).

Pramono menyatakan, corporate culture harus dibentuk sejak sekarang dan menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh insan Bank Jakarta. Menurut dia, budaya kerja yang kuat akan menentukan arah dan kualitas kinerja bank ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan sebagai perusahaan publik.

“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan sudah menjadi bagian inheren dari perusahaan,” kata Pramono.

Selain budaya kerja, Pramono juga menyoroti pentingnya membangun teamwork yang efektif. Ia mendorong jajaran Bank Jakarta untuk memilih pola kerja work smart ketimbang sekadar work hard, mengingat dunia perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan.

“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, enggak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” ujarnya.

Pramono menilai, teamwork yang bekerja secara cerdas, disiplin, dan didukung kultur organisasi yang kuat akan menjadi awal perubahan cara kerja Bank Jakarta. Dengan fondasi tersebut, proses pengambilan keputusan diharapkan berjalan lebih transparan.

“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia juga meminta Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi. Pramono menegaskan, birokrasi berlebihan tidak boleh tumbuh di entitas bisnis karena akan menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.

“Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pramono menuturkan, kunci utama dunia usaha adalah trust atau kepercayaan. Ia berharap, Bank Jakarta tidak hanya mengandalkan Pemprov Jakarta sebagai nasabah utama, tetapi mampu membangun kepercayaan publik secara luas.

Baca Juga:  Anggota DPR: Pembatasan BBM Bersubsidi Perlu Dipastikan Berjalan Baik

“Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” tuturnya.

Pramono berharap nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi, dan kemampuan problem solving menjadi bagian tak terpisahkan dari corporate culture Bank Jakarta. Ia optimistis, jika hal tersebut konsisten dijalankan, Bank Jakarta dapat melantai di bursa pada tahun depan.

“Saya yakin mudah-mudahan di tahun depan Bank Jakarta sudah IPO, Bank Jakarta sudah menjadi milik publik, dipercaya publik, dan yang paling penting adalah teamwork yang ada di Bank Jakarta semakin solid, semakin kuat, dan semakin berorientasi untuk memberikan kontribusi bagi Jakarta,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menegaskan kesiapan manajemen menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta Pramono Anung terkait penguatan corporate culture dan persiapan IPO.

Agus menyebut, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dieksekusi sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” kata Agus.

Inisiatif pertama, Bank Jakarta akan membangun infrastruktur teknologi informasi yang baru dan lebih andal. “Kami akan mengembangkan dua data center yang modern dan resilient, memperbaiki aplikasi inti, serta memperkuat sistem keamanan siber,” ujarnya.

Agus menargetkan proyek ini rampung pada September 2026 sebagai fondasi keandalan operasional dan mitigasi risiko jangka panjang. Inisiatif kedua menyasar pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru.

“Aplikasi ini kami rancang agar lebih reliable, aman, cepat, mudah digunakan, efisien secara biaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta,” kata Agus.

Ia menargetkan aplikasi tersebut dapat live pada Juni 2026 dengan tetap memenuhi seluruh perizinan regulator. Inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk.

“Kami juga tengah mempersiapkan produk Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi revenue pool baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah,” ujarnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Direktur INDEF Eisha Rachbini: Ekonomi Indonesia Tidak Baik-Baik Saja, Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam
INDEF GTI Desak Pemerintah Fokus Insentif BEV, Bukan Hybrid: Tiap Mobil Listrik Berarti Satu Kendaraan Tak Antre BBM
Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba, Komisi III DPR Dukung Kapolri Gandeng MUI Fatwakan Haram Vape
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Juliana Raih Penghargaan 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026
BPKN RI Dorong AED Tersedia di Ruang Publik: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bergerak
Belanja Ratusan Triliun MBG dan Kopdes Merah Putih Belum Mengalirkan Manfaat ke UMKM Lokal
Kadin Luncurkan Buku Putih 2026, Didik Rachbini: Industri Harus Kembali Jadi Lokomotif, Jangan Business As Usual

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Direktur INDEF Eisha Rachbini: Ekonomi Indonesia Tidak Baik-Baik Saja, Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:52 WIB

INDEF GTI Desak Pemerintah Fokus Insentif BEV, Bukan Hybrid: Tiap Mobil Listrik Berarti Satu Kendaraan Tak Antre BBM

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba, Komisi III DPR Dukung Kapolri Gandeng MUI Fatwakan Haram Vape

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Juliana Raih Penghargaan 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026

Berita Terbaru