KNPI Kabupaten Sukabumi Soroti SPPG Tanpa IPAL, Desak Audit dan Penindakan Tegas

- Editor

Senin, 23 Maret 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi menyoroti masih banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, mengingat aktivitas operasional SPPG menghasilkan limbah cair yang seharusnya dikelola sesuai standar.

Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi, Gilang Gusmana, menegaskan bahwa keberadaan IPAL merupakan kewajiban bagi setiap kegiatan usaha atau layanan yang menghasilkan limbah cair.

“Kami menemukan indikasi masih banyak SPPG yang beroperasi tanpa dilengkapi IPAL. Ini bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait, khususnya dalam memastikan seluruh SPPG mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku.

Baca Juga:  Akibat Hujan Deras, Rumah Warga Nambo Bogor Ambruk

“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait untuk tidak tutup mata. Pengawasan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, KNPI Kabupaten Sukabumi akan mengambil sejumlah langkah, di antaranya mengirimkan surat resmi dan somasi kepada pemerintah daerah, mendorong audit serta inspeksi menyeluruh terhadap seluruh SPPG, hingga meminta penindakan tegas terhadap pelanggaran.

KNPI juga mendesak agar SPPG yang terbukti tidak memiliki IPAL diberikan sanksi, mulai dari administratif hingga penghentian operasional.

Menurut Gilang, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

“Jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah, kami tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi terbuka sebagai bentuk kontrol sosial,” pungkasnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan
Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT
Polres Nisel dan Pemcam Onolalu Gotong Royong Perbaiki Jembatan Sungai Demba
Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan
Bhabinkamtibmas Bukan Cuma Hadir, Tapi Harus Selesaikan Masalah Warga
Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Kapolres Nias Selatan Terima Audensi Dari Perwakilan GMNI
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:11 WIB

Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT

Jumat, 25 September 2026 - 18:10 WIB

Polres Nisel dan Pemcam Onolalu Gotong Royong Perbaiki Jembatan Sungai Demba

Jumat, 25 September 2026 - 10:07 WIB

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 25 September 2026 - 10:03 WIB

Bhabinkamtibmas Bukan Cuma Hadir, Tapi Harus Selesaikan Masalah Warga

Berita Terbaru