DPR Nilai Alasan PTM Harus Digelar: Anak-Anak Semakin Tidak Produktif

- Editor

Rabu, 23 Juni 2021 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya.id – Ketua Komisi X Syaiful Huda mengatakan, Komisi X mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 nanti. Dia pun mengungkapkan sejumlah alasan kenapa kegiatan pembelajaran tatap muka harus dilakukan.

Alasan pertama, kata dia, karena pembelajaran daring yang berjalan selama ini tidak efektif. Hal ini menyebabkan terjadinya learning loss. Learning loss adalah kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa.

“Kenapa learning loss terjadi? Karena PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) hanya efektif rata-rata 30 sampai 35 persen. Padahal sudah diintervensi pulsanya, sudah dilakukan adaptasi kurikulum dan seterusnya-terusnya tapi tetap saja hanya efektiv 30 persen dan ini sudah berjalan 1,5 tahun,” kata dia, dalam diskusi, di Kompleks Parlemen, Kamis (10/6).

Selanjutnya, terpantau banyak siswa yang tidak lagi menjalankan kegiatan belajar selama pelaksanaan PJJ berlangsung. Jika tidak segera diarahkan kembali ke sekolah, maka mereka berpotensi mengalami putus sekolah.

Baca Juga:  Buka Muktamar Pengajian Al-Hidayah, Bahlil Minta Ibu-Ibu Perkuat Suara Golkar di Seluruh Pelosok Daerah

“Sudah banyak anak-anak kita yang berubah profesi, berubah status dari siswa menjadi pekerja kasar, serabutan membantu kesulitan keuangan orang tuanya, besar sekali, kalau enggak secepatnya kembali ke sekolah mereka berarti putus sekolah,” ungkapnya, dikutip dari merdeka.

Alasan berikut terkait dengan tingkat partisipasi orang untuk menyekolahkan buah hati yang terus menurun. “Tingkat Partisipasi kasar orang tua untuk menyekolahkan anaknya semakin turun. Itu bisa dilihat dari tahun ajaran baru 2020 kemarin. Hasil evaluasi dari Kemendikbud mengalami penurunan cukup drastis,” jelas dia.

Tentu ada banyak alasan di balik penurunan tingkat partisipasi tersebut. Mulai dari kendala ekonomi hingga mulai hilangnya semangat anak untuk bersekolah karena sudah terlanjur nyaman di rumah.

“Ini fakta yang kita hadapi di lapangan dan semakin tidak produktif anak-anak kita,” tandas dia.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK
Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat
Rektor Universitas Paramadina Tanggapi Usulan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
Teladan yang Membungkam, Inilah Pesan Pimpinan Ponpes Gontor di Hadapan Presiden
Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.
Warga Pulau Tidung Antusias Periksa Mata Gratis, Kacamata Dibagikan Sesuai Hasil Pemeriksaan
Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:48 WIB

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Senin, 21 September 2026 - 22:52 WIB

Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat

Senin, 21 September 2026 - 17:59 WIB

Rektor Universitas Paramadina Tanggapi Usulan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Senin, 21 September 2026 - 06:34 WIB

Teladan yang Membungkam, Inilah Pesan Pimpinan Ponpes Gontor di Hadapan Presiden

Minggu, 20 September 2026 - 16:23 WIB

Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.

Berita Terbaru