Buka Muktamar Pengajian Al-Hidayah, Bahlil Minta Ibu-Ibu Perkuat Suara Golkar di Seluruh Pelosok Daerah

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,MediaKarya:  Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia resmi membuka rangkaian Muktamar ke-IX Pengajian Al-Hidayah, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Sebagai salah satu organisasi sayap Partai Golkar, Bahlil menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi kerja-kerja yang sudah dilakukan Al-Hidayah selama ini.

“Saya harus mengapresiasi kinerja daripada kepengurusan 2020-2025 yang dilantik di saat Covid, tapi mampu membawa organisasi ini kepada sebuah organisasi yang luar biasa sekali,” ujar Bahlil dalam sambutannya.

Bahlil kemudian mengingatkan bahaya ruang digital yang semakin sulit terkontrol karena banyak disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK). Ia mengimbau jajaran Al-Hidayah agar tak sembarang mencomot isu untuk bahan kajian.

“Jadi jangan kita terkecoh, bapak Ibu semua. Jangan sampai isi sosmed yang tidak benar dijadikan sebagai bahan pengajian. Ini yang kita harus hindari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa DPP Golkar siap memberi dukungan operasional kepada seluruh pengurus DPD Al-Hidayah di tingkat provinsi agar dapat membuat sebuah gebrakan dan meningkatkan suara Golkar di seluruh pelosok daerah.

“Buat kegiatan yang bagus supaya Golkar penetrasi di ibu-ibu RT semua. Jangan kalah dari pengajian-pengajian partai yang lain. Jadi, semangat, masuki gang-gang, masuki lurah-lurah, masuki semua kecamatan-kecamatan untuk meyakinkan bahwa partai yang cinta rakyat yang meneruskan perjuangan adalah Partai Golkar,” tegas Bahlil.

Baca Juga:  Timsel Janji Telusuri Rekam Jejak Calon Anggota KPU-Bawaslu

Sementara itu, Ketua Umum Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa kepengurusannya berhasil melakukan penguatan atau konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Jadi dari mulai kita di internal DPP melakukan rapat-rapat, pleno maupun juga rapimnas dan akhirnya juga sampai kepada muktamar, demikian juga di daerah-daerah, jadi penguatan organisasi. Tapi organisasi itu kuat kan untuk kita melayani umat,” ujar Hetifah pada kesempatan yang sama.

Selain kegiatan dakwah, Hetifah mengatakan bahwa pihaknya juga telah menjalankan sejumlah program-program guna membantu masyarakat, baik yang sifatnya edukasi, maupun kesejahteraan masyarakat.

“Jadi semua akan didasarkan kepada tentu saja amal ibadah kita ya sebagai muslimah, kita mengabdi kepada masyarakat tapi juga kita turut mensukseskan program-program strategis dari pemerintah,” tuturnya.

Hetifah pun menyambut baik sikap Ketua Umum Golkar yang bersedia memberikan bantuan operasional kepada Al-Hidayah untuk lebih masif membuat kegiatan di masyarakat.

“Tentu saja kami bersyukur itu adalah rezeki yang tidak kita duga-duga. Karena selama ini memang Al-Hidayah itu adalah organisasi yang secara pendanaan mandiri, sudah terbiasa mandiri ya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:28 WIB

Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN

Berita Terbaru