BEKASI, Mediakarya – Komunitas Pemulung & Pelapak Pilah Burangkeng (KP3B) menggelar kegiatan pembagian alat pelindung diri (APD) kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Burangkeng dan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Setu.
Ketua KP3B, Narta Nurhat, mengatakan bahwa pihaknya membagikan APD berupa puluhan pasang sepatu boot kepada para pemulung.
“Karena keterbatasan kami, hari ini kami baru bisa memberikan sepatu boot. Ke depannya, selain sepatu boot, kami juga akan membagikan topi dan peralatan kerja bagi para pemulung,” kata Konang, sapaan akrabnya.
Konang menegaskan, program pembagian APD akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Tak hanya itu, KP3B juga telah merancang program pengobatan gratis setiap bulan dengan menggandeng pihak puskesmas setempat.
“Rencananya, dalam pengobatan gratis itu kami juga akan membagikan susu, roti, ataupun snack sehat untuk para pemulung,” ujar Konang.
Dia berharap seluruh program tersebut dapat mendorong penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara nyata di lapangan, serta meningkatkan taraf kesehatan para pemulung yang selama ini bekerja di lingkungan berisiko tinggi.
Sementara itu, Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro Mandiansyah, turut memberikan pengarahan kepada para pemulung dalam kegiatan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemulung merupakan ujung tombak dalam upaya pengurangan volume sampah di TPA.
“Pemulung adalah garda terdepan dalam mengurangi sampah. Namun, ketika melakukan aktivitas di sini, harus selalu berhati-hati. Gunakan alat pelindung diri yang telah diberikan dan segera melapor jika menemukan kondisi berbahaya di lapangan,” kata dia.
Samsuro juga mengingatkan pentingnya kesadaran diri dalam menjaga keselamatan kerja, mengingat kondisi TPA yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bahaya bagi para pekerja di dalamnya.
Adapun Ketua Pokja Wartawan Setu, Andi Saddam, mengapresiasi langkah KP3B tersebut. Dia menilai, kegiatan seperti ini penting karena pemulung merupakan kelompok yang kerap terlupakan dalam program kesehatan dan keselamatan kerja.
“Kami dari Pokja Wartawan Setu siap bersinergi dengan KP3B dalam mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi para pemulung di TPA Burangkeng ini,” pungkas Saddam. (Pri)










