JAKARTA, Mediakarya – Di tengah maraknya narasi kesuksesan instan, Tasya Revina justru menunjukkan realita berbeda: pencapaian besar lahir dari disiplin dan konsistensi yang dijaga setiap hari.
Di usia muda, Tasya telah menjalankan berbagai peran strategis sekaligus. Ia memimpin Aniverable Group sebagai CEO, menjalani peran sebagai ibu dari dua anak, serta menuntaskan pendidikan magister sebagai bagian dari pengembangan diri.
“Menjalani tiga peran besar sekaligus—pemimpin bisnis, ibu, dan mahasiswa—bukan hal yang mudah. Saya harus membagi waktu antara keputusan strategis perusahaan, keluarga, dan tuntutan akademik. Tidak jarang waktu istirahat harus dikorbankan demi menyelesaikan tanggung jawab,” ujar Tasya.
Di tengah jadwal yang padat, Tasya tetap menjaga standar tinggi dalam setiap perannya. Baginya, disiplin bukan sekadar kebiasaan, tetapi fondasi utama untuk memastikan semua tanggung jawab berjalan seimbang.
Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi dari kemampuan menjaga komitmen dalam proses yang panjang dan penuh tantangan.
Keputusan Tasya untuk melanjutkan pendidikan magister di tengah karier yang telah berkembang mencerminkan pola pikir jangka panjang. Ia melihat pendidikan sebagai investasi penting untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat fondasi bisnis.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa pengembangan diri tidak harus berhenti ketika seseorang telah mencapai posisi tertentu dalam kariernya.
Perjalanan Tasya menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda. Ia membuktikan bahwa peran sebagai ibu tidak harus menghambat ambisi, dan posisi sebagai pemimpin tidak berarti harus meninggalkan pendidikan.
Dengan manajemen waktu yang baik dan tekad yang kuat, berbagai peran dapat dijalankan secara bersamaan.
Kini, setelah resmi meraih gelar magister, Tasya tidak hanya menambah pencapaian pribadi, tetapi juga mempertegas pesan bahwa di balik kesuksesan, terdapat disiplin yang bekerja secara konsisten, meski sering kali tidak terlihat. (adt)










