Bukan Sekadar Korupsi, IAW Sebut Proyek Chromebook Sebagai ‘Kejahatan Pasar’ yang Terstruktur

- Editor

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus secara resmi mengirimkan surat pengaduan masyarakat (dumas) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan monopoli terstruktur di balik proyek pengadaan Chromebook, di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Foto: dok.Mediakarya

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus secara resmi mengirimkan surat pengaduan masyarakat (dumas) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan monopoli terstruktur di balik proyek pengadaan Chromebook, di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Foto: dok.Mediakarya

JAKARTA, Mediakarya – Indonesian Audit Watch (IAW) resmi mengirimkan surat pengaduan masyarakat (dumas) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan monopoli terstruktur di balik proyek pengadaan Chromebook, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, mengatakan pihaknya menilai proses persidangan kasus Chromebook sudah tidak sehat. “Dari fakta-fakta persidangan itu kita cermati bersama bahwa sesungguhnya tanpa kita sadari, di balik dugaan tindak pidana korupsi ini, kasus pengadaan Chromebook tersebut ternyata ada terjadi persaingan usaha yang tidak sehat yang terjadi antara Microsoft versus Google,” kata Iskandar, usai menyampaikan laporan ke KPPU.

Lebih lanjut, Iskandar menyebut momentum penanganan perkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta semestinya dimanfaatkan KPPU untuk masuk ke persoalan tersebut.

“Itu fakta persidangan menyebut Microsoft menggunakan jalur dan jaringan serta institusi Sekretariat Kabinet menghentikan proses-proses pengadaan Chromebook saat dilakukan oleh Kementerian Pendidikan zaman Nadiem Makarim itu. Itu fakta persidangan,” katanya.

Iskandar menegaskan, KPPU tidak boleh melewatkan momentum ini. Dia bahkan memperingatkan bahwa jika lembaga itu tidak merespons, maka keberadaannya tidak akan ada gunanya.

Dia juga berharap agar Microsoft bersikap jujur dalam menyampaikan kondisi sebenarnya kepada KPPU, sehingga persidangan yang menurutnya saat ini masih bias dan tidak terarah dapat lebih fokus pada inti persoalan. “Ini sebenarnya adalah persaingan antara dua raksasa teknologi dunia, antara Microsoft versus Google,” ujar Iskandar.

Ketika ditanya soal bentuk persaingan usaha yang tidak sehat yang dimaksud, Iskandar menjelaskan bahwa persoalannya tidak hanya menyangkut harga.
“Termasuk di dalamnya adalah kualitas, kemudian volume, kemudian sistem penguncian yang dilakukan oleh kelompok Google dan atau korporasi serta afiliasinya, baik di dalam, baik joint operation, dan lain-lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  KDM Sibuk Buat Konten, Realisasi APBD 2025 Jawa Barat tak Lagi Nomor Satu

Dia berharap KPPU dapat membuka fakta-fakta kepada publik tentang bagaimana persaingan teknologi sesungguhnya berlangsung di era digital saat ini, di luar temuan tindak pidana korupsi yang sudah ditangani di jalur peradilan.

Iskandar menegaskan harapannya agar KPPU turut terlibat aktif dalam mengusut persaingan usaha di balik kasus Chromebook ini. “Harapan kita demikian, terlebih itu kewenangannya ada pada KPPU. Pasal demi pasal kajiannya sudah kita siapkan dan bukti-bukti seperti pengadaan-pengadaan Chromebook ini sudah kita siapkan,” katanya.

Dia menambahkan, jika pihak-pihak terkait mencoba mengingkari, KPPU dapat meminta data langsung dari proses peradilan Tipikor yang saat ini tengah berlangsung, yaitu mulai dari tahap penyelidikan di Kejaksaan Agung, pelimpahan kepada Jaksa Penuntut Umum, hingga proses persidangan.

Selain itu, Iskandar menyampaikan pesan moral kepada semua pihak yang mengikuti perkembangan kasus ini. “Tolong jangan dibela koruptor yang sedang disidang, siapa pun Anda. Anda harus pro pada rakyat, pro pada uang rakyat. Lepas dari pelaku itu dahulu-dahulu pernah benar dan baik, hari ini dia adalah tersangka korupsi,” tegasnya.

Dia juga berharap KPPU dapat menuntaskan persoalan ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang melekat pada institusi tersebut, sehingga masyarakat dapat memahami bahwa kasus korupsi Chromebook pada dasarnya bermula dari persaingan usaha yang tidak sehat. (Supriyadi)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN
Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri
Kasus OTT Rektor Unsoed: Ketika Landasan Kompetensi Mahasiswa Dijadikan Ajang Transaksi
Kapolri: Menitipkan Pesan Sebelum Berpisah
Ditipu Hingga Puluhan Miliar, Jemaah Korban Hanania Travel Minta Negara Hadir Lindungi Rakyatnya
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
Kejari Indramayu Didesak Eksekusi Pengembalian Aset TPPU Panji Gumilang ke YPI
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kapolri: Menitipkan Pesan Sebelum Berpisah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Ditipu Hingga Puluhan Miliar, Jemaah Korban Hanania Travel Minta Negara Hadir Lindungi Rakyatnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Berita Terbaru

Daerah

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:47 WIB