Perlunya Keseimbangan Pembangunan KEK Jadi Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Bali

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya Linggih (FOTO: vdi)

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya Linggih (FOTO: vdi)

DENPASAR, Mediakarya – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya Linggih, meminta pemerintah tidak lagi memusatkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), termasuk KEK sektor keuangan, di Bali Selatan.

Politisi yang akrab disapa Demer itu mendorong agar pengembangan KEK baru diarahkan ke Bali Utara, Bali Barat, atau Bali Timur demi pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan ekonomi antardaerah di Bali.

Menurutnya, pembangunan yang terlalu terpusat di wilayah selatan telah memicu berbagai persoalan seperti kemacetan, kepadatan penduduk, hingga tekanan sosial bagi masyarakat lokal.

“Kalau masih di Bali Selatan itu berarti menjerumuskan orang Bali pada posisi ketimpangan yang tinggi,” ujar Demer, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:  Bagikan Dividen Rp249,31 Miliar, Bank DKI Siap Bertransformasi Melalui IPO

Ketua DPD Golkar Bali tersebut menilai kehadiran KEK bukan hanya soal investasi, tetapi mampu menciptakan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata, hotel, restoran, hingga peluang usaha baru.

Demer juga mengingatkan kajian pemerintah sejak lama telah merekomendasikan pembatasan pembangunan di Bali Selatan agar keseimbangan wilayah tetap terjaga.

Karena itu, ia meminta proyek-proyek baru mulai diarahkan ke Bali Utara, Timur, dan Barat yang dinilai masih memiliki ruang pengembangan luas.

Meski demikian, ia menegaskan proyek yang sudah mengantongi izin di Bali Selatan tetap dapat dilanjutkan. (CVS)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pemeliharaan Gardu Listrik Tanpa Padam, PLN Jaga Pasokan Air Bersih PAM Jaya
PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung
Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
Rupiah Murah, Rasuah Meriah
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT
Presiden Prabowo Copot Tiga Pejabat Penting di BGN
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:54 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik Tanpa Padam, PLN Jaga Pasokan Air Bersih PAM Jaya

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:22 WIB

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:17 WIB

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:33 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Berita Terbaru

Foto (Dok. Mediakarya)

Headline

Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:59 WIB