Home / DKI

Banyak Keluhan, PRJ Harus Dievaluasi Secara Menyeluruh

- Editor

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah menyoroti PRJ. (Foto: dri)

Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah menyoroti PRJ. (Foto: dri)

JAKARTA, Mediakarya – Banyaknya keluhan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair saat ini merupakan hal yang wajar.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah pelaksanaan PRJ telah jauh bergeser dari tujuan awal pembentukannya sebagai pesta rakyat yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Amir menjelaskan, Jakarta Fair pertama kali digagas oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, bersamaan dengan pembentukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Saat itu, Jakarta Fair tidak hanya menjadi ajang pameran industri dan perdagangan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk menampilkan budaya dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.

“Esensi Jakarta Fair sejak awal adalah pesta rakyat. Bukan sekadar pameran perusahaan atau ajang bisnis, tetapi juga ruang budaya, hiburan, dan interaksi masyarakat dari berbagai daerah,” kata Amir, saat berbincang dengan wartawan, Selasa (23/6/2026).

Kata Anir, pada masa awal penyelenggaraan di kawasan Monas, Jakarta Fair menghadirkan beragam pertunjukan budaya, permainan rakyat, hingga kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat dengan biaya terjangkau.

Amir menilai Jakarta Fair merupakan salah satu contoh keberhasilan gagasan Ali Sadikin yang kemudian berkembang menjadi kebijakan nasional. Selain Kadin, ia mencontohkan lahirnya konsep Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan pembentukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang awalnya digagas di Jakarta sebelum diterapkan secara nasional.

“Jargon sukses Jakarta untuk Indonesia sebenarnya sudah dibuktikan sejak era Ali Sadikin. Banyak gagasan yang lahir di Jakarta kemudian diadopsi secara nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Pilkada DKI, Pemprov DKI Ajak Balkoters Tangkal Berita Hoax

Terkait banyaknya keluhan masyarakat, termasuk soal mahalnya harga tiket dan konser di area PRJ, Amir menilai penyelenggaraan Jakarta Fair perlu dikembalikan pada tujuan awalnya sebagai pesta rakyat.

Ia juga menyoroti pengelolaan kawasan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran yang saat ini melibatkan pihak swasta. Menurutnya, perlu ada evaluasi terhadap tata kelola aset dan kepemilikan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Jakarta Fair.

“Tanahnya merupakan aset yang dahulu dialokasikan pemerintah kepada DKI Jakarta. Karena itu, pengelolaannya harus transparan dan manfaatnya harus kembali kepada masyarakat,” katanya.

Amir menegaskan, pengelolaan Jakarta Fair seharusnya kembali berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Keterlibatan swasta, menurutnya, tetap dimungkinkan dalam aspek teknis pelaksanaan, namun tidak boleh menghilangkan peran utama pemerintah sebagai pemegang kendali.

“Jakarta Fair harus kembali ke pangkuan DKI Jakarta. Swasta bisa dilibatkan dalam sektor tertentu, tetapi konsep dan pengelolaan utamanya harus tetap berorientasi pada kepentingan publik,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan PRJ agar acara yang telah menjadi ikon ibu kota tersebut tidak kehilangan jati dirinya sebagai pesta rakyat.

“Kalau Jakarta Fair kembali pada semangat awalnya, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung. Itu yang harus menjadi prioritas,” pungkas Amir. (dri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Lantik Amos Hutauruk Cs, Munjirin Ajak Korps Alumni KNPI Jaktim Sinergi Bangun Jakarta
Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi
Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Pangkormar Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Jakarta
Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD
Tinjau Reservoir PAM JAYA, Komisi B Dukung Langkah PAM JAYA Tekan NRW
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Lantik Amos Hutauruk Cs, Munjirin Ajak Korps Alumni KNPI Jaktim Sinergi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:56 WIB

Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:16 WIB

Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Pangkormar Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:24 WIB

Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:17 WIB

Tinjau Reservoir PAM JAYA, Komisi B Dukung Langkah PAM JAYA Tekan NRW

Berita Terbaru

PAM JAYA memperkuat budaya K3 bersama mitra kerja untuk memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan jaringan perpipaan Jakarta.

Ekonomi & Bisnis

PAM JAYA Perkuat Komitmen K3 Bersama Mitra Kerja

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:26 WIB

Amos Hutauruk menilai Erick Thohir harus bertanggung jawab dan mendesak Ketua Umum PSSI mundur.

Headline

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:08 WIB