PMPRI Minta Para Pemangku Kebijakan di Kota Bandung Jaga Stabilitas Politik

- Editor

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

BANDUNG, Mediakarya – Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat yang akrab disapa Joker, ikut angkat bicara menyikapi dinamika politik dan birokrasi di Kota Bandung yang kian menghangat. Joker meminta para pemimpin di Kota Kembang itu menyudahi ego sektoral dan fokus menjaga kondusifitas wilayah demi kepentingan masyarakat luas.

“Masyarakat sudah lelah dan muak melihat panasnya gejolak politik yang terjadi saat ini. Sudah saatnya para pemimpin di Kota Bandung kembali ke khittah, yaitu saling menjaga keharmonisan. Rempug Jungkung Sauyunan, kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun pikeun ngabangun Kota Bandung (harus saling bergandengan tangan untuk membangun Kota Bandung),” ujar Rohimat dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

PMPR Indonesia juga menekankan pentingnya lima pilar utama demi kemajuan bersama, yakni mengutamakan rasa kemanusiaan dalam setiap langkah kebijakan, menjaga kerukunan, saling menghargai, dan aktif membangun kebersamaan, menyelesaikan setiap perbedaan pandangan dengan jalan musyawarah dan kepedulian.

“Kemudian bersatu padu tanpa membeda-bedakan golongan, karena Kota Bandung adalah milik bersama, selanjutnya, bersinergi membangun Bandung yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Joker.

Menurutnya, ego kepemimpinan hanya akan melahirkan kebijakan yang prematur. Pihakya juga meminta kepada para pemangku kebijakan di Kota Bandung agar belajar dari sejarah kerajaan besar di Indonesia, seperti Majapahit dan Singosari juga Samudrapasai, semuanya runtuh karna ada ego dari pemangku kebijakan. Hal serupa terjadi di masa kerajaan Roma dan Dinasti Yuan Cina mereka Runtuh karna mengedepankan ego sentris pemimpin dan intrik kekuasaan.

Baca Juga:  Viral! Curhat Pemilik Toko Online Kecewa dengan Rachel Vennya, Karma It's Real

“Sejarah masa lalu dari sejumlah rezim seharusnya menjadi pelajaran yang berharga. Selain itu, PR yang sangat berat juga tengah dihadapi oleh para pemimpin di Kota bandung. Terjadinya disharmonisasi baik di internal pemerintahan maupun stabilitas politik tengah menjadi sorotan publik. Hal ini seharusnya dapat dihindari jika para pemimpin meninggalkan ego sektoralnya,” kata Joker.

Selain menyoroti stabilitas politik, PMPRI juga menyampaikan seruan khusus kepada aparat penegak hukum (APH) agar tetap objektif dan memberikan ruang dan kesempatan bagi para pemimpin maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk membuktikan integritas mereka.

“Kami meminta kepada pihak APH untuk memberikan kesempatan serta peluang bagi para pemimpin, baik dari jajaran pimpinan daerah maupun para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, untuk memperbaiki diri dan membuktikan kinerja terbaik mereka. Biarkan mereka fokus bekerja, berinovasi, dan menunjukkan kontribusi nyata untuk dan demi masyarakat Kota Bandung,” ungkap Joker.

Melalui gerakan moral “Sauyunan Sahate, Bandung Juara!” ini, PMPR Indonesia berharap Kota Bandung dapat kembali menjadi kota yang nyaman, damai, dan bersih dari perselisihan yang kontraproduktif.

“Kota Bandung Punya potensi, Kota Bandung punya SDM yang mumpuni maka tidak selayaknya intrik egosentris jadi wajah utama Pemkot Bandung ,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh
Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra
Bupati Nias Selatan Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Lewat Program PKG
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:02 WIB

IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra

Berita Terbaru

Daerah

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:47 WIB