KOTA BEKASI , Mediakarya – Lalulintas di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi tersendat pada pagi hari. Kepadatan mengular hingga beberapa kilometer dari arah Pekayon Jaya menuju kantor Pemkot Bekasi.
Kemacetan ini disebabkan adanya konsentrasi massa buruh yang akan menuju Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Massa buruh dari Bekasi bergerak menuju Jakarta dengan membawa petisi gabungan terkait tuntutan perlindungan tenaga kerja yang dinilai lebih adil dan berpihak kepada seluruh buruh.
Massa dari Bekasi bergabung dengan buruh dari sejumlah wilayah lain, di antaranya Karawang, Kabupaten Bekasi, Tangerang. Diperkirakan total massa yang bergerak menuju Jakarta mencapai sekitar 50 ribu orang.
Ketua DPC SPSI, Yusuf, mengatakan massa tersebut selanjutnya menuju kawasan Thamrin untuk menyerahkan petisi ke Istana.
“Hari ini kita total dari setiap wilayah, Bekasi, kemudian Tangerang, Jawa Barat, ini kurang lebih ada 50 ribu massa aksi yang bersama-sama menuju ke Thamrin untuk menyerahkan petisi di Istana,” kata Yusuf, kepada media pada Kamis 24 September 2026.
Yusuf menyebut, buruh akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila petisi yang disampaikan tidak mendapat respons dari pemerintah dan Presiden Republik Indonesia.
“Ya tentunya ketika petisi ini kita tidak didengarkan oleh pemerintah, oleh Presiden Republik Indonesia, maka kita akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di awal Oktober, karena memang batas akhir untuk disahkannya undang-undang yang baru ini kemungkinan di tanggal 7, karena tanggal 8 itu DPR RI sudah reses,” ujarnya.
Aksi tersebut menjadi bagian dari desakan buruh agar pembentukan aturan baru terkait perlindungan tenaga kerja memperhatikan kepentingan pekerja.
Keberangkatan para massa buruh mendapat pengawalan ketat dari petugas gabungan dari Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bekasi, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi.
Ratusan Personil Gabungan Kawal Keberangkatan Massa Buruh Dari Bekasi.
Petugas gabungan terjunkan lebih dari 500 personil untuk mengamankan keberangkatan massa buruh yang melintasi Kota Bekasi dan akan menuju Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan bahwa berkumpul area Stadion Patriot Chandrabaga, berasal dari beberapa wilayah diantaranya Kabupaten Bekasi, Karawang dan buruh yang berasal dari kota Bekasi.
“Jajaran TNI, Kodim 0507/Bekasi, kemudian kepolisian dari Polres, Polsek, dibantu teman-teman MOP, lalu ada Satpol PP, ada Dishub, semuanya kita memberikan pelayanan dan keamanan terhadap teman-teman buruh yang akan memperjuangkan aspirasi di Jakarta,” kata Kombes Pol Putu Kholis kepada media, Kamis 24 September 2026
Menurutnya, rombongan pertama yang bergerak dari Kota Bekasi terdiri dari sekitar 500 kendaraan roda dua atau lebih. Mereka melaju menuju Jakarta melalui wilayah Jakarta Timur dengan pengawalan aparat.
Kholis mengapresiasi ketertiban massa selama perjalanan. Para buruh disebut menggunakan helm dan atribut serikat pekerja sehingga pengawalan serta pengaturan lalu lintas dapat berjalan dengan baik.
“Kita lihat tadi kendaraan motor yang mereka gunakan, para penggunanya tertib. Semuanya menggunakan helm, semuanya menggunakan atribut serikat pekerja, sehingga pengawalan dan ketertiban lalu lintasnya bisa terjamin,” ujarnya.
Polda Metro Jaya turut memberikan bantuan pengamanan dengan mengerahkan satu SSK (Satuan Setingkat Kompi) Brimob. Selain itu, lebih dari 100 personel Satpol PP dan Dishub Kota Bekasi turut dilibatkan.
Kholis mengatakan pengamanan dilakukan mulai dari Stadion Patriot hingga massa tiba di Jakarta dan kembali ke Kota Bekasi. Pengawalan tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi dengan perwakilan buruh sejak sehari sebelumnya.(Red)











