TEHERAN, Mediakarya – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran tetap serius dalam menempuh jalur diplomasi, namun akan memberikan respons yang lebih keras jika kembali menghadapi aksi militer.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat berpidato di hadapan para duta besar asing dan kepala misi diplomatik di Teheran, Minggu (5/10/2026) waktu setempat.
“Jika musuh sekali lagi memilih jalan konfrontasi militer, mereka akan menghadapi respons yang lebih kuat dari sebelumnya,” kata Araghchi. Ia menambahkan, pada saat yang sama Iran “tetap siap untuk solusi yang adil dan bermartabat melalui diplomasi.”
Kunjungan Delegasi Iran ke New York
Terkait kunjungan delegasi Iran ke New York dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Araghchi menyebut dirinya bertemu dengan 42 menteri luar negeri, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengadakan pertemuan dengan sekitar 10 kepala negara.
Araghchi menilai kehadiran Iran di New York tahun ini kuat dan efektif. Ia mengatakan delegasi mengadakan sejumlah pertemuan dan wawancara, Presiden berpidato di Sidang Umum PBB, sementara dirinya menyampaikan pidato di sesi-sesi terkait dan bertemu dengan sejumlah tokoh politik.
Menurutnya, atmosfer politik di New York dipengaruhi oleh proposal dan kehadiran Iran, yang menunjukkan bahwa Teheran tetap serius mengenai diplomasi dan pencarian solusi damai. Ia menilai anggapan bahwa Iran dapat diisolasi telah gagal, dan Teheran telah menunjukkan mampu menawarkan solusi untuk perang maupun perdamaian.
Bantah Klaim Pengusiran oleh AS
Araghchi juga membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut delegasi Iran telah diusir dari negara tersebut. Ia menyatakan delegasi berangkat dan kembali dari New York sesuai jadwal yang telah ditentukan, dan menyebut klaim tersebut aneh serta mempertanyakan perilaku Washington sebagai tuan rumah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lebih lanjut, ia mengatakan para diplomat Iran menyampaikan pesan perdamaian rakyat Iran dan solusi rasional dan damai, sambil menjelaskan secara jelas kondisi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan kaitannya dengan komitmen AS.
Araghchi menyebut pertemuan dengan negara-negara tetangga, khususnya negara-negara Teluk Persia, berlangsung efektif, penuh hormat, dan bersahabat. Iran, kata dia, menempuh jalan membangun kepercayaan dengan negara tetangga, sementara negara-negara kawasan memiliki tekad yang sama untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan keamanan.
Untuk pertemuan dengan negara-negara Eropa, Araghchi menyebut berlangsung luas dan terus terang. Ia berharap pemerintah Eropa akan mempertimbangkan kembali pendekatannya terhadap Iran, dengan mengutip pengakuan Sekretaris Jenderal NATO bahwa negara-negara Eropa telah berpartisipasi dalam perang AS melawan Iran.
Di akhir pernyataannya, Araghchi mengatakan Iran berharap Amerika Serikat akan memilih akal sehat dan rasionalitas. Menurutnya, baik aksi militer maupun sanksi tambahan tidak dapat memberikan solusi. (Indra)









