Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

- Editor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kabinet Merah Putih dari kader Golkar.  (Ist)

Menteri Kabinet Merah Putih dari kader Golkar. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Ironi melanda Partai Golkar di Jawa Barat. Menjadi lumbung suara terbesar secara nasional pada Pemilu 2024, namun kader Golkar asal Jawa Barat kini tak punya satu pun wakil di Kabinet Merah Putih (KMP).

Berdasarkan rekapitulasi KPU, Golkar meraup 4.292.082 suara di Jawa Barat atau sekitar 16,11% – 16,74% suara, menggeser Gerindra di peringkat pertama. Dari provinsi dengan 35,7 juta pemilih, terbesar di Indonesia, raihan itu menjadi penopang utama rebound Golkar di kancah nasional.

Kemenangan didorong soliditas mesin partai, kekuatan caleg lokal, hingga efek bergabungnya mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebagai pendongkrak elektabilitas.

Namun kemenangan masif itu berbanding terbalik dengan nasib kadernya di kabinet.

Satu-satunya menteri asal Jabar, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), putra tokoh senior Golkar, kini disingkirkan dari kursi Menteri Perindustrian.

Ketua Umum Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat alias Kang Joker menduga ada upaya sistematis menyingkirkan kader Jabar dari posisi strategis.

“Kami menduga ada upaya sistematis dari kelompok pro oligarki yang menyingkirkan kader Golkar asal Jabar. Kang AGK diduga sengaja disingkirkan dari Menteri Perindustrian,” kata Kang Joker kepada Mediakarya, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:  Gelar Jambore Nasional ke-2, BAPERA Dukung Pemerintah Wujudkan Pemilu Damai

Kang Joker menilai cara pencopotan AGK saat menjalankan tugas negara ke luar negeri sebagai pelecehan terhadap masyarakat Jawa Barat.

“Kami menduga bahwa Bahlil sengaja menyingkirkan AGK, sebab penggantinya juga merupakan orangnya dia. Kenapa sesama kader Golkar Bahlil tidak meminta kepada Presiden agar pencopotan AGK setelah pulang dari AS. Menurut kami itu sangat menyakitkan, dan sama saja melukai masyarakat Jabar,” tegasnya.

Menurut Kang Joker, miris melihat menteri kebanggaan Golkar saat ini tidak ada yang merepresentasikan masyarakat Sunda.

“Padahal Jawa Barat penyumbang suara dan kursi terbesar untuk DPR RI. Dipecatnya Pak AGK bagi orang Jawa Barat adalah sebuah keniscayaan bahwa Golkar seolah tidak butuh suara dari masyarakat Sunda,” pungkasnya.

Kemenangan di bilik suara, kekalahan di meja kekuasaan. Lumbung suara terbesar Golkar kini mempertanyakan balasannya. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 
Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap
Pakar Komunikasi Politik Sentil Parpol Pendukung Prabowo 2029: Terlalu Dini, Rakyat Butuh Solusi Bukan Deklarasi
Sikap PAN Soal Ijazah Gibran: Cari Aman di Lingkaran Kekuasaan, Terancam Ditinggal Pemilih Kritis
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Jelang Musda Golkar, GNK Peringatkan Kader Jangan Terjebak Penumpang Gelap Berkedok Senior
Effendi Gazali Gedor PKB Soal Ijazah Gibran: Dorong Hak Angket, Stop Kebohongan! PSI Saja Bilang Good Luck

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Pakar Komunikasi Politik Sentil Parpol Pendukung Prabowo 2029: Terlalu Dini, Rakyat Butuh Solusi Bukan Deklarasi

Berita Terbaru