Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 

- Editor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Prabu Foundatiion, Asep Muhargono (Foto: dok. Mediakarya)

Ketua Umum Prabu Foundatiion, Asep Muhargono (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM yang terus melejit hingga menyaingi Prabowo Subianto membuat posisinya di Partai Gerindra dinilai tidak aman.

Direktur Eksekutif Prabu Foundation, Asep Muhargono, meminta Dedi Mulyadi serius mempertimbangkan posisinya.

Sebagai kader Gerindra, KDM akan sulit mengangkangi perintah partai ketika popularitasnya sebagai figur nasional justru menjadi pesaing ketua umumnya sendiri.

“Elektabilitas KDM sulit terbendung, maka kami dari Prabu Foundation menyarankan agar KDM kembali ke pangkuan Golkar,” tegas Asep kepada Mediakarya, Rabu (14/10/2026).

Menurut Asep, Dedi Mulyadi adalah politisi yang dibesarkan oleh Partai Golkar. Kembali ke beringin adalah jalan logis dan strategis.

Terlebih, Ketua Umum Golkar saat ini dinilai bukan kader ideologis. Kehadiran KDM diharapkan menjadi perekat dan penengah antar-faksi yang selama ini terbelah di tubuh Golkar.

Baca Juga:  Ketua DPRD Jateng Meninggal Dunia

“Animo masyarakat terhadap KDM sebagai figur nasional sudah tidak bisa dibendung lagi. Di Gerindra, dia akan terkunci. Di Golkar, dia bisa menjadi pemimpin,” kata Asep.

Jalan Buntu di Gerindra, Jalan Tol di Golkar

Analisis Prabu Foundation, jika KDM tetap di Gerindra, skenario 2029 akan menjadi jalan buntu.

Mustahil partai akan mengusung kader yang elektabilitasnya bersaing dengan Prabowo, yang sudah diproyeksikan kembali maju.

Sebaliknya, di Golkar, panggung terbuka lebar. Dengan 4,2 juta suara Jabar yang menjadi penopang kemenangan Golkar di Pileg 2024, KDM memiliki legitimasi historis dan elektoral untuk mengklaim puncak kepemimpinan beringin.

“Di Gerindra dia akan menjadi ancaman. Di Golkar dia akan menjadi jawaban,” pungkas Asep.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar
Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap
Pakar Komunikasi Politik Sentil Parpol Pendukung Prabowo 2029: Terlalu Dini, Rakyat Butuh Solusi Bukan Deklarasi
Sikap PAN Soal Ijazah Gibran: Cari Aman di Lingkaran Kekuasaan, Terancam Ditinggal Pemilih Kritis
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Jelang Musda Golkar, GNK Peringatkan Kader Jangan Terjebak Penumpang Gelap Berkedok Senior
Effendi Gazali Gedor PKB Soal Ijazah Gibran: Dorong Hak Angket, Stop Kebohongan! PSI Saja Bilang Good Luck

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Pakar Komunikasi Politik Sentil Parpol Pendukung Prabowo 2029: Terlalu Dini, Rakyat Butuh Solusi Bukan Deklarasi

Berita Terbaru