JAKARTA, Mediakarya – Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM yang terus melejit hingga menyaingi Prabowo Subianto membuat posisinya di Partai Gerindra dinilai tidak aman.
Direktur Eksekutif Prabu Foundation, Asep Muhargono, meminta Dedi Mulyadi serius mempertimbangkan posisinya.
Sebagai kader Gerindra, KDM akan sulit mengangkangi perintah partai ketika popularitasnya sebagai figur nasional justru menjadi pesaing ketua umumnya sendiri.
“Elektabilitas KDM sulit terbendung, maka kami dari Prabu Foundation menyarankan agar KDM kembali ke pangkuan Golkar,” tegas Asep kepada Mediakarya, Rabu (14/10/2026).
Menurut Asep, Dedi Mulyadi adalah politisi yang dibesarkan oleh Partai Golkar. Kembali ke beringin adalah jalan logis dan strategis.
Terlebih, Ketua Umum Golkar saat ini dinilai bukan kader ideologis. Kehadiran KDM diharapkan menjadi perekat dan penengah antar-faksi yang selama ini terbelah di tubuh Golkar.
“Animo masyarakat terhadap KDM sebagai figur nasional sudah tidak bisa dibendung lagi. Di Gerindra, dia akan terkunci. Di Golkar, dia bisa menjadi pemimpin,” kata Asep.
Jalan Buntu di Gerindra, Jalan Tol di Golkar
Analisis Prabu Foundation, jika KDM tetap di Gerindra, skenario 2029 akan menjadi jalan buntu.
Mustahil partai akan mengusung kader yang elektabilitasnya bersaing dengan Prabowo, yang sudah diproyeksikan kembali maju.
Sebaliknya, di Golkar, panggung terbuka lebar. Dengan 4,2 juta suara Jabar yang menjadi penopang kemenangan Golkar di Pileg 2024, KDM memiliki legitimasi historis dan elektoral untuk mengklaim puncak kepemimpinan beringin.
“Di Gerindra dia akan menjadi ancaman. Di Golkar dia akan menjadi jawaban,” pungkas Asep.










