Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

- Editor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Ist)

Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Survei kinerja menteri yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menjadi rapor merah telak bagi dua menteri Kabinet Prabowo Subianto.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri HAM Natalius Pigai terjerembab di posisi terbawah dengan skor minus yang jomplang.

Direktur Program Pusat Kajian Strategis Daksinapati (PKSD) Universitas Indonesia (UI), Agus Wahid, menilai hasil itu bukan sekadar soal tidak populer, melainkan bentuk hukuman publik atas gaya kepemimpinan yang arogan dan minim empati.

“Angka -159 untuk Bahlil dan -158 untuk Pigai itu bukan angka biasa. Itu adalah vonis ketidakpercayaan. Baik di mata ahli maupun masyarakat umum, keduanya dianggap gagal total menjalankan mandat jabatannya,” kata Agus Wahid saat dihubungi Mediakarya Rabu (14/10/2026).

Senelumnya, CELIOS menggelar survei pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.142 responden yang terdiri dari para ahli dan masyarakat umum.

Survei menggunakan metode berbeda: masyarakat umum dijaring melalui non-probability sampling lewat Meta Ads yang dilengkapi pembobotan (weighting), sementara kelompok ahli menggunakan snowball sampling.

Bahlil -159: Korban Konflik Kepentingan

Menurut Agus Wahid, skor -159 yang diraih Bahlil Lahadalia adalah akumulasi dari blunder yang tak berkesudahan di sektor energi.

“Publik melihat Bahlil lebih sibuk mengurus politik ketimbang mengurus energi. Dari polemik tata niaga tambang, kisruh LPG, wacana BBM yang membingungkan rakyat, hingga dugaan intervensi politik di internal Golkar. Di mata ahli, ini menteri ESDM yang tidak teknokratis,” tegas Agus.

Baca Juga:  Sahroni: Polri Dampingi Penyembuhan Trauma Korban Kekerasan di NTT

Ia menilai metode CELIOS yang melibatkan ahli menjadi penanda penting. Ketika kelompok ahli pun memberikan skor terendah, artinya kegagalan Bahlil bukan soal komunikasi, tapi substansi kebijakan.

“Ahli energi melihatnya tidak kompeten. Masyarakat melihatnya tidak empatik. Lengkap sudah,” ujarnya.

Pigai -158: Ironi Menteri HAM Tanpa Kepekaan HAM

Sedangkan untuk Natalius Pigai, Agus menyebut skor -158 sebagai ironi terbesar kabinet.

“Ini Menteri Hak Asasi Manusia, tapi justru dinilai paling tidak memiliki kepekaan HAM. Pernyataan-pernyataannya selama ini kontroversial, reaktif, dan seringkali melukai kelompok korban yang seharusnya ia lindungi,” kritik Agus.

Agus Wahid menilai, posisi Menteri HAM membutuhkan bahasa yang inklusif, keberpihakan pada korban, dan sensitivitas tinggi. Hal itu yang tidak ditemukan publik pada diri Pigai.

“Wajah HAM pemerintah jadi rusak karena menterinya sendiri dianggap anti-HAM oleh publik dan ahli. Ini bahaya,” katanya.

Alarm Keras untuk Prabowo

Agus Wahid menegaskan, hasil survei CELIOS ini harus menjadi alarm keras bagi Presiden Prabowo Subianto.

Dua pos kementerian yang sangat strategis, ESDM yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan HAM yang menyangkut wajah demokrasi Indonesia, justru diisi oleh figur dengan tingkat kepercayaan terendah.

“Survei dengan 1.142 responden ahli dan umum ini adalah cermin. Jika Presiden membiarkan dua rapor merah ini berlama-lama di kabinet, maka beban politiknya akan ditanggung Presiden sendiri. Ini momentum untuk evaluasi total, bahkan reshuffle,” tutup Agus Wahid. (Adit)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 
Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar
Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap
Pakar Komunikasi Politik Sentil Parpol Pendukung Prabowo 2029: Terlalu Dini, Rakyat Butuh Solusi Bukan Deklarasi
Sikap PAN Soal Ijazah Gibran: Cari Aman di Lingkaran Kekuasaan, Terancam Ditinggal Pemilih Kritis
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Rina Sa’adah Ngamuk Soal Karhutla: Rakyat Sesak Napas, Jangan Biarkan Tanpa Perlindungan!

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap

Berita Terbaru