KAB. BEKASI, Mediakarya – Dukungan kader agar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bekasi, Sarif Marhaendi, menjadi wakil bupati Bekasi kian menguat.
Dorongan tersebut terungkap dalam pelantikan Pengurus DPC PPP Kabupaten Bekasi Masa Bakti 2026–2031 di Aula RM Cendolan, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
Menanggapi hal itu, Sarif menyebut dukungan tersebut merupakan harapan rekan-rekannya sesama kader di DPC PPP Kabupaten Bekasi.
“Saya rasa semua partai apabila melihat ada peluang, tentunya pasti akan berbondong-bondong dan akan menyuarakan, bukan hanya PPP,” kata Sarif seusai kegiatan.
Dorongan itu muncul setelah DPRD Kabupaten Bekasi menggelar rapat paripurna pengusulan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menjadi bupati definitif pada Jumat (16/10/2026).
Asep sebelumnya maju bersama Ade Kuswara Kunang pada Pilkada 2024 dengan diusung PPP, PDI Perjuangan, Partai Buruh, dan Partai Bulan Bintang (PBB). Asep menjabat Plt. bupati setelah Ade tersandung kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski begitu, Sarif menegaskan bahwa pihaknya bukan tidak memiliki etika dalam berpolitik. Menurut dia, peraturan pengisian kursi wakil bupati ketika bupati sudah definitif menjadi landasan dasar bahwa hak tersebut ada pada partai koalisi pengusung di Pilkada 2024.
Dia juga menyatakan siap menjadi wakil bupati jika Asep resmi menjadi bupati definitif. “Jika bicara siap, ya, saya sebagai kader partai harusnya kan gitu, saya harus siap. Saya tidak boleh menolak apa yang menjadi perintah partai. Apabila partai saya sudah memerintahkan, saya harus siap, walaupun memang konsekuensinya, kalau melihat dari keputusan MK (Mahkamah Konstitusi), itu harus mengundurkan diri dari anggota dewan (DPRD). Boleh, tidak jadi masalah,” ungkapnya.
Kendati demikian, Sarif mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada musyawarah partai koalisi untuk membahas pengisian jabatan wakil bupati.
“Tapi, kemarin ketika rapim (rapat pimpinan) di DPRD, Bupati (Asep Surya Atmaja) menyatakan bahwa dia ingin ada wakilnya setelah nanti definitif. Ya, mudah-mudahan proses definitifnya ini berjalan dengan lancar, sehingga proses untuk pengisian wakil bupati juga berjalan dengan lancar,” tutup Sarif. (Supri)










