Pelajaran dari Afrika, Haidar Alwi: Kekayaan Alam RI Jangan Hanya Jadi Bancakan Oligarki

- Editor

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi (Ist)

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Afrika memiliki 30 persen cadangan mineral dunia, namun 389 juta warganya di Sub-Sahara masih hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2022 versi Bank Dunia. Ekspor bahan mentah tanpa hilirisasi dan tata kelola buruk menjadi penyebab.

Pelajaran itu relevan bagi Indonesia. Hal itu ditekankan Ir. R. Haidar Alwi, MT, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB.

Menurut Haidar, nikel, batu bara, minyak, gas, emas, hutan dan laut adalah modal strategis. Namun kekayaan saja tidak menjamin kemakmuran jika hanya dinikmati segelintir orang.

“Ancaman muncul ketika korupsi, penguasaan pasar, dan kedekatan dengan kekuasaan membuat manfaat sumber daya terkonsentrasi pada kelompok terbatas,” ujar Haidar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Selasa (27/10/2026).

Ia menilai oligarki menjadi masalah ketika modal dipakai untuk memengaruhi kebijakan dan memonopoli akses sumber daya, sementara warga sekitar tambang hanya menanggung dampak lingkungan.

Baca Juga:  Cegah Stunting untuk 1000 Balita, PAM Jaya Sabet Padmamitra Award 2024

Haidar menilai agenda Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi dan hilirisasi menjadi momentum untuk membenahi tata kelola.

“Kekayaan alam Indonesia tidak boleh menjadi sumber keuntungan bagi segelintir orang sementara rakyat hanya menyaksikan dari pinggir,” tegasnya.

Ia mendorong penguatan tambang rakyat legal dan koperasi tambang sebagai jalan ekonomi kerakyatan. Koperasi, kata Haidar, harus dikelola profesional dan benar-benar milik anggota, bukan sekadar nama administratif yang menutupi penguasaan pemodal besar.

“Tambang rakyat dan koperasi bukan sekadar pelengkap pembangunan. Keduanya dapat menjadi jalan agar masyarakat ikut menciptakan nilai tambah dan menikmati hasil kekayaan daerahnya,” ujarnya.

Haidar menegaskan semua upaya itu berpijak pada Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan kekayaan alam dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terbuka peluang besar untuk memperkuat pemberantasan korupsi, memperluas hilirisasi, dan memastikan kekayaan alam memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkas Haidar. (Adt)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Di Balik Seruan “Patungan Beli Kembali Indonesia” Antara Stabilitas Ekonomi dan Ancaman Kedaulatan
Direktur INDEF Eisha Rachbini: Ekonomi Indonesia Tidak Baik-Baik Saja, Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam
INDEF GTI Desak Pemerintah Fokus Insentif BEV, Bukan Hybrid: Tiap Mobil Listrik Berarti Satu Kendaraan Tak Antre BBM
Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba, Komisi III DPR Dukung Kapolri Gandeng MUI Fatwakan Haram Vape
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Juliana Raih Penghargaan 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026
BPKN RI Dorong AED Tersedia di Ruang Publik: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bergerak
Belanja Ratusan Triliun MBG dan Kopdes Merah Putih Belum Mengalirkan Manfaat ke UMKM Lokal

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Pelajaran dari Afrika, Haidar Alwi: Kekayaan Alam RI Jangan Hanya Jadi Bancakan Oligarki

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Di Balik Seruan “Patungan Beli Kembali Indonesia” Antara Stabilitas Ekonomi dan Ancaman Kedaulatan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Direktur INDEF Eisha Rachbini: Ekonomi Indonesia Tidak Baik-Baik Saja, Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:52 WIB

INDEF GTI Desak Pemerintah Fokus Insentif BEV, Bukan Hybrid: Tiap Mobil Listrik Berarti Satu Kendaraan Tak Antre BBM

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Berita Terbaru