JAKARTA, Mediakarya – Sinetron Wajah Cinta yang Lain yang tayang di SCTV berhasil menembus lebih dari 100 episode. Sinetron produksi SinemArt ini mempertahankan daya tarik melalui konflik rumah tangga, intrik, aksi balas dendam, dan pergulatan emosional yang membuat penonton penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi para pemain, termasuk Cut Tari, Dinda Kirana, dan Andri Mashadi. Dalam wawancara virtual, ketiganya berbagi pengalaman selama menjalani proses produksi sekaligus mengungkap hal-hal yang membuat sinetron ini terus menarik perhatian pemirsa.
Cut Tari menilai kekuatan utama Wajah Cinta yang Lain terletak pada alur pembalasan dendam yang dinamis dan tidak mudah ditebak. Menurutnya, cerita yang tidak klise menjadi salah satu daya tarik sinetron tersebut.
“Alur cerita pembalasan dendam yang dinamis dan tidak klise, saya merasa sangat terbantu oleh atmosfer kerja yang solid dan menyenangkan,” tuturnya melalui Zoom.
Selain cerita, kekompakan pemain dan kru turut menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Cut Tari mengaku kebersamaan di lokasi syuting, termasuk saat beristirahat dan makan bersama, membuat proses produksi terasa lebih hangat.
“Pemain-pemainnya luar biasa kompak, bukan cuma saat bekerja di depan kamera, tapi juga pas lagi break dan makan bareng,” imbuhnya.
Ia juga mengaku sering terhibur oleh tingkah para pemain muda, termasuk Dinda Kirana dan Andri Mashadi, yang memiliki kepribadian menyenangkan di luar adegan.
“Saya merasa sangat terbantu dan sering terhibur melihat tingkah mereka,” ucap Cut Tari.
Cut Tari Justru Senang Penonton Kesal dengan Tamara
Dalam Wajah Cinta yang Lain, Cut Tari memerankan Tamara, tokoh antagonis yang kerap memancing emosi penonton. Menariknya, ia justru menganggap komentar bernada marah dan kesal sebagai salah satu tanda bahwa karakter yang diperankannya berhasil membangun emosi pemirsa.
“Penonton semakin berkomentar marah dan kesal, berarti mereka semakin hanyut melihat aku sebagai Tamara. Di sini aku antagonis yang bikin orang geregetan dan benci,” ungkapnya.
Karakter Tamara menjadi bagian penting dalam rangkaian konflik cerita. Sikap dan tindakannya menghadirkan tantangan bagi tokoh-tokoh lain, sekaligus membuat penonton ingin mengetahui bagaimana konflik tersebut akan berakhir.
Respons penonton terhadap karakter antagonis juga menjadi bagian dari pengalaman Cut Tari selama membintangi sinetron ini. Baginya, kemampuan karakter untuk memancing reaksi emosional merupakan salah satu unsur yang membuat cerita terasa hidup.
Dinda Kirana dan Andri Mashadi Sempat Mabuk Laut saat Syuting
Di balik konflik dramatis yang tersaji di layar kaca, proses produksi Wajah Cinta yang Lain juga menyimpan pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Dinda Kirana dan Andri Mashadi mengaku sempat mengalami mabuk laut ketika menjalani syuting di perairan Ancol, Jakarta.
Angin laut yang cukup kencang, ditambah kondisi perut yang belum terisi makanan, membuat keduanya merasa pusing dan mual. Meski menghadapi kondisi fisik yang kurang nyaman, mereka tetap berusaha menyelesaikan adegan sesuai kebutuhan produksi.
“Kami beneran mabuk laut. Waktu itu belum sarapan dan angin laut cukup besar. Kondisi sudah pusing dan mual, tapi adegan tetap harus dieksekusi,” kata Dinda Kirana.
Andri Mashadi menambahkan, dirinya bersama Dinda berusaha memberikan penampilan terbaik pada setiap pengambilan gambar agar adegan tidak perlu diulang berkali-kali.
“Kami bertekad memberikan yang terbaik di setiap take supaya enggak perlu diulang-ulang. Mungkin karena lagi ‘mabuk’ itu ya, emosinya malah dinilai penonton dapat banget,” sambung Andri.
Pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya. Di tengah kondisi yang kurang nyaman, mereka tetap berupaya membangun emosi karakter agar adegan yang ditampilkan terasa meyakinkan bagi pemirsa.
Andri Mashadi Optimistis Wajah Cinta yang Lain Berlanjut
Setelah melewati 100 episode, Andri Mashadi optimistis Wajah Cinta yang Lain masih memiliki peluang untuk terus berlanjut. Ia menilai konsep cerita yang berbeda, keseriusan tim produksi, serta energi positif di lokasi syuting menjadi modal penting bagi perjalanan sinetron tersebut.
“Dari awal aku percaya sinetron ini umurnya panjang karena konsepnya beda, produksinya sangat niat, dan energinya terasa di set. Harapannya, penonton setia terus mendukung kami, tim penulis terus memberikan kejutan cerita yang menarik, dan kekompakan para pemain maupun kru tetap terjaga,” tutur Andri.
Cut Tari juga berharap sinetron yang dibintanginya dapat terus diterima masyarakat dan mencapai jumlah episode yang lebih banyak.
“Semoga karya ini bisa dinikmati dengan nyaman di hati penonton, dan perjalanannya bisa terus berlanjut hingga ratusan episode ke depan,” tegasnya.
Dukungan pemirsa, perkembangan cerita, serta kerja sama pemain dan kru menjadi faktor yang diharapkan dapat menjaga keberlangsungan sinetron ini di layar kaca.
Sinopsis Wajah Cinta yang Lain
Wajah Cinta yang Lain mengisahkan perjalanan Asti Paramita, yang diperankan Dinda Kirana. Kehidupan Asti berubah setelah menghadapi pengkhianatan suaminya, Bima Arjuna, yang diperankan Andri Mashadi.
Asti tidak hanya harus menghadapi persoalan rumah tangga, tetapi juga menjadi korban percobaan pembunuhan menggunakan air keras dan tabrak lari. Dalam situasi tersebut, ia berjuang menyelamatkan anak yang masih berada dalam kandungannya sekaligus mencari jalan untuk mengungkap kejahatan yang menimpanya.
Asti kemudian menjalani operasi plastik dan menggunakan identitas baru sebagai Ariana Shafa Maheswari. Dengan identitas tersebut, ia kembali untuk membongkar konspirasi di balik berbagai peristiwa yang menghancurkan kehidupannya.
Namun, perjuangannya tidak berjalan mudah. Asti harus menghadapi berbagai rintangan dan dilema antara membalas dendam atas masa lalu dengan memperjuangkan masa depan anaknya.
Konflik yang terus berkembang, rahasia yang perlahan terungkap, serta pergulatan batin para tokohnya menjadi daya tarik Wajah Cinta yang Lain. Pemirsa dapat menyaksikan kelanjutan sinetron ini setiap hari pukul 19.55 WIB di SCTV. (adt)











