Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital

- Penulis

Minggu, 24 Oktober 2021 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Webinar bertajuk Pemuda Berprestasi Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (23/10).

Webinar bertajuk Pemuda Berprestasi Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (23/10).

JAKARTA, Mediakarya – Pandemi Covid-19 dinilai telah menciptakan perubahan besar di sejumlah bidang ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perkembangan ekosistem digital yang dipercepat oleh pandemi Covid-19 telah memicu  perubahan-perubahan itu.

Demikian mengemuka dalam webinar bertajuk Pemuda Berprestasi Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (23/10). Webinar via zoom yang  diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Guru Besar Universitas Sebelasa Maret, Prof Widodo Muktiyo dan Global Head of Diversity and Inclusion at Danone, Putri Realita sebagai narasumber.

Menurut Putri, dari fakta dan data global yang ada saat ini, pandemi Covid mempercepat perubahan budaya masyarakat dunia menjadi digital. “Semua konsumen di seluruh dunia berubah interaksinya masuk ke dunia digital,” kata Putri.

Meski begitu, lanjut Putri ada tantangan dan peluang dari perubahan masyarakat dunia yang kini berubah ke arah dunia digitalisasi.

“Sekarang sudah banyak e-commerce dan platform yang bisa membantu meningkatkan nilai marketing dan penjualan dari sebuah produk. Ditambah ruang digital juga bisa dimanfaatkan untuk memperluas target konsumen dari skala lokal menjadi global dengan adanya digitalisasi ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Roy Suryo Yakin Sopir Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Bukan Mengantuk

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid dalam keynote speakernya mengatakan DPR dan pemerintah pemerintah sejauh ini terus berkomitmen untuk melakukan kebijakan percepatan transformasi digital melalui program perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital.

“Komisi 1 DPR mendorong pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi cara bermedia sosial yang baik sehingga mampu menciptakan literasi digital masyarakat utamanya kalangan generasi muda,” kata Meutya Hafid.

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan jalangan generasi muda dan milenial memiliki peran strategis sebagai pelopor masyarakat digital di Indonesia. Hal ini dilihat dari mayoritas generasi Y atau milenial yang paling mendominasi sebagai pengguna media sosial dari total penduduk yang ada di Indonesia.

Di tempat yang sama, Guru Besar Universitas Sebelas Maret, Profesor Widodo Muktiyo mengatakan kebhinekaan, baik secara kultural, geografis, keagamaan, politik dan ekonomi, merupakan potensi yang besar dan modalitas yang dimiliki Indonesia. Generasi milenial, lanjut Widodo, diharapkan mampu menjawab tantangan dalam perkembangan teknologi digital saat ini.

Widodo mengingatkan perlunya filter saat berinteraksi dengan masyarakat luas dalam ruang digital yang demikian pesat. Menurut dia, pemanfaatan kemajuan digital juga harus dikontekstualisasi sesuai dengan masyarakat dan nilai kebangsaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
Pengelolaan Superblock Betos Habis, Pemkot Bekasi Diminta Ambil Alih
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Berita Terbaru