Pengusaha Transportasi Terancam Bangkrut Masaal Akibat Pandemi

- Editor

Kamis, 29 Juli 2021 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat kebijakan transportasi Bambang Istianto

Pengamat kebijakan transportasi Bambang Istianto

Jakarta, Mediakarya.id – Pengamat kebijakan transportasi Bambang Istianto menilai Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 ternyata melumpuhkan sektor ekonomi.
Di antaranya adalah sarana transportasi publik.

Menurut Bambang, sebagai barang publik pemerintah wajib menyelamatkan transportasi publik yang sudah kolaps selama pandemi Covid 19 yang memasuki tahun kedua ini.

Bambang mengatakan, keberlangsungan hidup transportasi publik tidak lepas peran sektor swasta sebagai operator dan pemerintah yang mengelola barang publik dan masyarakat sebagai pengguna.

Direktur eksekutif center for public policy studies (CPPS) Indonesia itu juga mengatakan,
kehidupan ekonomi akan bangkit jika dunia transportasi publik kembali hidup normal.

“Saat ini dengan kebijakan PPKM yang diperpanjang semakin menenggelamkan dunia transportasi. Para pengusaha sudah tidak saja menjerit tetapi telah berdarah-darah menyelamatkan transportasi publik tetap bisa eksis,” kata Bambang dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Banyak pengusaha yang tidak sanggup menutupi biaya operasional, ditambah lagi dengan beban pembiayan perbankaan. Karena mayoritas kendaraan itu masih kredit. Karena itu, lanjut Bambang, pemerintah harus melakukan kebijakan prioritas tinggi untuk menyelamatkan dunia transportasi publik dari kebangkrutan massal.

Baca Juga:  Tugasnya Dinilai Over Capacity, Peran LBP Mulai Tuai Kritik

“Dengan demikian dukungan transportasi publik terhadap pergerakan manusia dan barang ke seluruh wilayah Indonesia dipastikan mampu membangkitkan ekonomi secara lebih merata dan masif,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu paranoid terhadap efek penularan Covid, dikarenakan prokes saat ini sudah cukup melembaga di tengah kehidupan masyarakat.

“Tinggal bagaimana sistem pengawasannya. Dalam penegakkan prokes tentunya pemerintah harus memaksimalkan peran aparat. Baik itu ASN maupun TNI-Polri,” katanya.

Untuk itu, kata Bambang, Kementerian Perhubungan sebagai leading sektor harus all out membuat dan melaksanakan kebijakan transportasi publik secara tetintegrasi antara aspek teknis transportasi dan kelembagaan usaha supaya kebijakan tepat sasaran.***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 20:17 WIB

Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Senin, 27 Juli 2026 - 19:01 WIB

Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli

Senin, 27 Juli 2026 - 15:22 WIB

Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB