JAKARTA: Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute menyampaikan rasa kecewanya atas penanganan Kasus Pencabulan Anak yang dilakukan oleh oknum anggota DPR RI berinisial MM dari Fraksi PAN.
Iskandar mempertanyakan, apa karna korban adalah rakyat biasa, dan pelakunya seorang anggota DPR RI aktif menjadi seperti berjalan ditempat.
Saya sedikit kecewa dengan penanganan ini, saya tak berhenti dan berdiam kok, sampai kapan pun saya akan bela anak rakyat ini,” kata Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/11/2021).
Iskandar menuturkan, jika ia melihat kasus ini dari kacamata politik, bukan dari kacamata hukum, karena saya tidak akan pernah mau masuk ke wilayah hukum.
“Pelaku adalah orang politik, anggota parlemen itukan orang politik, itu yang menjadi sorotan saya, Saya memang kecewa tapi saya pun tak diam untuk ini,
Kasus ini hampir seperti menggantung, sama hal nya seperi kasus di Luwu yang lambat laun sirna begitu saja, Hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,
Kalau Rakyat korbannya maka selesai, kalau pejabat pelakunya tanpa tekanan publik maka seperti sagu tanpa minum, seret rasanya,” ujar Iskandar.
Iskandar mengatakan, terkait dengan kuasa hukum biarlah menjadi ranah kuasa hukum untuk menjalankan perannya. Iskandar tidak ingin masuk ke ranah hukum karna menurutnya tekanan politik dan tekanan publik pasti jauh lebih dahsyat nantinya.
“Kalau bicara hukum saya akan katakan saya hopeles dengan hukum kita ini sekarang. Tapi untuk membela anak ini yang sudah dirusak masa depannya, saya yakin support kawan-kawan saya, termasuk kawan-kawan media, juga dukungan publik negeri ini akan sangat membantu menyemangati perjuangan untuk anak ini, Allah SWT maha Dahsyat, saya yakin kekuatannya akan membuka ini semua,” tutur Iskandar. ***






